KEDONDONG RAYE, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuasin memberikan pelatihan perawatan jenazah (pemulasaran jenazah). Pelatihan perawatan jenazah/ pemulasaran pelatihan ini merupakan salah satu program Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuasin yang akan di adakan tanggal 15 dan 16 April nanti diperuntukkan bagi siswa kelas XII yang nanti akan terjun ke masyarakat di desanya masih-masing.
MAN 1 Banyuasin mengadakan Bimbingan teknis pendidikan berdampak melalui penguatan materi pengurusan jenazah dengan Tema “Kader Siaga Fardhu Kifayah Melalui Ilmu dan peraktik”
Perawatan jenazah atau Pemulasaran jenazah merupakan rangkaian kegiatan mengurus jenazah merupakan syarat untuk kelulusan siswa. Siswa di ajarkan mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, hingga menguburkan jenazah. Pelatihan ini sangat penting dilaksanakan mengingat pemulasaran jenazah memiliki hukum fardhu kifayah bagi muslim. Artinya, hukum suatu perkara yang wajib dilakukan oleh sebagian orang. Jika tidak ada satu pun orang yang melaksanakannya, semua orang akan menanggung beban dosanya, tetapi jika sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur.
MAN 1 Banyuasin memberikan bekal pelatihan pemulasaran jenazah untuk membekali siswa sehingga siap terjun ke masyarakat ditempatnya masing-masing dan untuk keluarga.
“Pelatihan perawatan jenazah/pemulasaran jenazah untuk menyamakan Versi memandikan jenazah yang dilakukan di Banyuasin dan juga dapat memberikan bekal kepada siswa sehingga mampu mempraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Anak-anak tidak sekadar memahami materi secara teoritis, melainkan juga mampu merealisasikannya, sehingga nanti setelah mereka tamat dari Madrazah bisa berkiprah ditempatnya masing-masing terutama untuk keluarga” ungkap Kepala MAN 1 Banyuasin, Kamis (09/04/2026)
Pelatihan dilaksanakan secara terpisah antara siswa putra dan siswa putri. Siswa putra mengikuti pelatihan di Ruang Aula dan siswa putri mengikuti di Masjid. MAN 1 Banyuasin menghadirkan dua pembicara dari untuk pelatihan ini. Ustadz Taharuddin Sakyan,S.Pd.I (Ketua Komisi Fatwa MUI Banyuasin) memberikan pelatihan untuk siswa putra dan Hj Siti Halimah (Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Banyuasin) memberikan pelatihan untuk siswa putri.
Pelatihan yang akan dilaksanakan mulai pukul 09.00 sampai dengan selesai di Masjid Jihadul Muta’allimin. Pembicara memberikan materi mengenai pemulasaran jenazah dengan peralatan yang lengkap sehingga memudahkan peserta memahami. Kedua, pembicara mengupas secara komprehensif langkah-langkah perawatan jenazah. Terlebih dahulu pembicara menjelaskan hukum perawatan jenazah. Selanjutnya, pembicara menjelaskan langkah-langkah berikutnya secara detail.
Pada langkah memandikan jenazah, pembicara memaparkan tentang skala urutan memandikan jenazah. Hal ini menjadi perhatian khusus karena terkadang di masyarakat belum memahami. Prinsip yang perlu diperhatikan saat memandikan jenazah adalah dilakukan oleh mahrom dan jangan sampai membuka aurat jenazah, jenazah harus ditutup menggunakan kain yang mudah menyerap air. Lebih disarankan menggunakan air mengalir semisal selang air, kalaupun menggunakan air di bak, baknya harus diletakkan agak jauh agar tidak tercampur dengan air yang sudah digunakan untuk memandikan jenazah.
Langkah selanjutnya, mengkafani jenazah, pembicara menjelaskan kain-kain dan tali yang diperlukan untuk mengkafani jenazah. Kemudian, langkah menyalati jenazah, Pembicara menjelaskan tata cara dan bacaan-bacaan saat sholat jenazah. Selanjutnya, tahap menguburkan jenazah, siswa diberikan penjelasan mengenai posisi jenazah saat disemayamkan yaitu wajah menghadap kiblat dengan kepala di utara dan kaki di selatan.
Acara pemulasaran Jenasah ini juga akan di hadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuasin, Dr Abadil Tarmuni,S.Ag.,M.Si dan Kasi Penmad Kemenag Banyuasin, Yusmidar,SE










