Tren AI Mandi di Neraka, Siksa Neraka Bukan Candaan

Baru-baru ini viral sebuah video buatan kecerdasan teknologi atau Artificial Intelegence (AI) yang menampilkan suasana neraka. Hanya saja, neraka yang digambarkan dalam video tersebut nampak sebagai tempat yang menyenangkan, lengkap dengan narasi humoris dari para karakternya yang berjudul Hari Pertama di Neraka. Video ini pun beredar luas di berbagai platform media sosial (jawapos.com, 5/6/2025).

Dahsyatnya Neraka

Sesungguhnya neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Bahkan, Nabi Muhammad saw. menyebut andai kita mengetahui berapa ngerinya siksa neraka, kita akan lebih banyak menangis dibandingkan tertawa.

Rasulullah saw. bersabda, “Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Muslim).

Salah satu gambaran neraka diabadikan dalam sebuah hadist yang cukup panjang. Diriwayatkan malaikat Jibril datang menemui Rasulullah saw. di waktu yang tidak biasa, bahkan raut wajahnya pun terlihat berbeda. Rasulullah saw. lantas bertanya, “Mengapa aku melihat raut wajahmu berbeda?”

Malaikat Jibril menjawab, “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya api neraka dikobarkan. Sesungguhnya, tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahanam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu berat, untuk bersenang-senang sebelum ia merasa aman darinya.”

Selain itu, ada hadist yang cukup panjang tentang gambaran seramnya neraka jahanam. “Diriwayatkan Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah ﷺ di waktu yang tidak biasa, bahkan raut wajahnya pun terlihat berbeda. Rasulullah ﷺ lantas bertanya, “Mengapa aku melihat raut wajahmu berbeda?”

Malaikat Jibril menjawab, “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya api neraka dikobarkan. Sesungguhnya, tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahanam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu berat, untuk bersenang-senang sebelum ia merasa aman darinya.” Rasulullah ﷺ bertanya, “Ya Jibril, jelaskan padaku gambaran neraka Jahanam itu!”

“Ketika Allah menciptakan Jahanam, maka apinya dinyalakan selama seribu tahun hingga berwarna merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga berwarna hitam, nyala dan baranya tidak pernah padam. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum, niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan bau busuknya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh. Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahanam itu sangat dalam, perhiasannya besi, minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yang lain.”

Rasulullah ﷺ meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. Malaikat Jibril lalu menjelaskan apa yang diminta oleh Rasulullah ﷺ, “Pintu pertama dinamakan Hawiyah (jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir (QS al-Qari’ah: 9). Pintu kedua dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrik (QS as-Syu’ara: 91). Pintu ketiga dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api (QS al-Mudatstsir: 42). Pintu keempat dinamakan Ladha, yang diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya (QS al-Ma’arij: 15). Pintu kelima dinamakan Huthomah (menghancurkan hingga berkeping-keping), yang diperuntukkan bagi kaum Yahudi (QS al-Humazah: 5-6). Pintu keenam dinamakan Sa’ir (api yang menyala-nyala), yang diperuntukkan bagi kaum kafir (QS al-Insyiqaq: 15).”

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ketujuh, diperuntukkan untuk siapa pintu itu?” Sejenak Malaikat Jibril terdiam. Malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Namun, Rasulullah ﷺ mendesaknya, hingga akhirnya Malaikat Jibril berkata, “Pintu ketujuh diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka bertobat.”

Mendengar penjelasan itu, Rasulullah pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah ﷺ di pangkuannya sehingga sadar kembali. Beliau bersabda, “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sedihku. Apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”

Malaikat Jibril menjawab, “Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.”

Manusia yang Lalai

Telah jelas tentang gambaran neraka melalui hadist tersebut. Hanya saja, banyak di antara manusia yang lalai, bahkan menganggapnya sekadar gurauan.

Sebagaiamana adanya trend AI ini, seolah-oleh neraka adalah tempat reuni sesama teman yang masuk neraka. Padahal, urusan akhirat pada hari itu dikabarkan bahwa urusan yang sangat sibuk, sehingga tak satu pun di antara manusia sempat mengingat, bahkan anggota keluarganya.

Allah Swt. berfirman dalam surah Luqman ayat 33,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun!”

Sungguh, tak pantas menjadikan neraka sebagai bahan candaan. Baik bercanda langsung (video AI), maupun bercanda tidak langsung. Yakni orang-orang yang berani mengabaikan firman-firman Allah Swt. Hidup dalam kebebasan berperilaku (sekuler) tanpa mau terikat aturan agama.

Betapa banyak orang yang mengabaikan keharaman riba, dan hukum-hukum lainnya. Termasuk mengesampingkan hukum-hukum Allah Swt. dan mengganti dengan hukum jahiliyah.

Sebagaimana hari ini kita hidup tidak diatur dengan sistem yang sesuai dengan syariat Islam. Alhasil, beragam kerusakan pun terjadi. Umat makin jauh tertinggal, dunia makin mudah mengalami keterpurukan.

Genosida yang masih terjadi di Palestina, misalnya, sebagai bukti tanpa Islam umat hidup dalam penderitaan. Tidak ada pemimpin Muslim yang mampu menolong. Sebab, kita masih tersekat dengan hukum jahiliyah yang menumbuhkan nasionalisme. Umat tersandera dalam sekat itu, dan kondisi ini tak boleh dibiarkan.

Cukuplah Sabda Nabi saw. menjadi saksi bahwa, penting mengembalikan kemuliaan umat dalam dekapan syariat. Gambaran neraka dalam video AI hanya gurauan, tapi kedahsyatan siksa neraka bukanlah candaa, ia nyata dan terbukti untuk siapa saja yang lalai akan hukum-hukum-Nya.

Penulis: Ismawati Editor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *