PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Provinsi Sumatera Selatan resmi mengawali pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui acara bertajuk “Semarak Wong Kito 2026, Sensus Ekonomi 2026 Milik Rakyat”. Kegiatan akbar yang digelar di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, pada Minggu (28/6/2026) ini menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi terbesar di Indonesia untuk periode ini.
Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti; serta Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru. Turut hadir pula Wali Kota Palembang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel, dan para kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyebut pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai tugas mulia yang memerlukan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ribuan petugas sensus yang akan turun ke lapangan.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat mulia. Ini adalah tugas bagi para pejuang sensus. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas di lapangan. Begitu pula kepada masyarakat yang mau menerima petugas sensus di kediaman masing-masing,” ujar Herman Deru.
Herman Deru optimistis bahwa Sumatera Selatan akan menghasilkan data ekonomi yang valid dan akurat. Data ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan infrastruktur dan sosial kemasyarakatan yang tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi ibarat “rekam medis” bagi kondisi perekonomian nasional. Melalui sensus ini, diharapkan kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan data riil, bukan asumsi.
“Ini merupakan investasi untuk memastikan kebijakan pembangunan ekonomi disusun berdasarkan data. Kini kita mengonsolidasikan data yang selama ini tersebar melalui Sensus Ekonomi oleh BPS sehingga menjadi satu data yang terpercaya, menggunakan metode mutakhir dan dikerjakan secara profesional,” jelasnya.
Amalia menambahkan, sebanyak lebih dari 7.000 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan untuk mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, perusahaan besar, hingga sektor informal.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Betapa pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Mari kita sambut dan sukseskan bersama agar kita memiliki data yang akurat dan sasaran kebijakan yang tepat,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik, seraya berpesan kepada para petugas agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, empati, dan tanggung jawab. Dengan tersedianya data tunggal yang terpercaya, perencanaan pembangunan nasional dan daerah untuk lima tahun ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.













