BANYUASIN, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Kendaraan ODOL (Over Load Over Loading) masih banyak melintas di jalan Lintas Palembang Betung Banyuasin, Sumatera Selatan. Padahal Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Juni 2022 yang lalu pernah membuat MOU dengan Kapolda Sumatera Selatan Irjel Pol Toni Hermanto sepakat untuk menertibkan kendaraan ODOL di wilayah hukum Sumatera Selatan.
Pantauan di Jalan Palembang Betung kilometer 13 Talang kelapa sampai Simpang Tugu Polwan Betung , kendaraan ODOL terus melintas.

Ronal, warga Pangkalan Balai mengaku waspada ketika mencoba mendahului kendaraan berukuran besar tersebut. “Serba salah, kalau di belakang jalan lambat seperti keong, kalau disalip kadang susah karena kadang sering konvoi panjang,” ujarnya, Sabtu (22/2/2025).
Hal yang sama diakui Zaki, warga Plajau salah satu perguruan tinggi di kota Palembang asal Plajau. Setiap kali pulang dari kampus, ia lebih berhati-hati karena jalan bergelombang yang disebabkan kendaraan ODOL yang melintas di jalan Palembang Betung
“Jalan bergelombang sehingga pengendara motor harus hati-hati apabila melintasi di jalan Palembang betung karena sudah sering kecelakaan.”

Seringnya dan rutinnya kendaraan ODOL yang melintas membuat jalan Palembang Betung bergelombang. Garis median jalan terlihat tidak lagi simetris. Aspal di bagian tengah jalan mulai naik sekira 8-10 senti meter. Sementara pada bagian tepi, bekas ban kendaraan ODOL membuat gelombang.
Pengendara roda dua yang melintas seringkali tergelincir ketika melintasi bagian jalan aspal yang tidak rata. Sebelumnya, bagian tersebut diratakan dengan cara dikeruk, namun garis bekas alat keruk justru menimbulkan masalah baru bagi pengendara roda dua. Ban motor sering selip dan sulit dikontrol.
Sementara pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) yang menghabiskan dana puluhan miliaran rupiah tidak berfungsi dengan baik. Terbukti dengan dibangunnya UPPKB mobil ODOL tidak berkurang malah bertambah.
“Pembuatan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di KM 12 yang menghabiskan dana puluhan milyaran rupiah tidak berfungsi dengan benar. untuk apa di buat kalau tidak mengurangi jumlah Mobil ODOL yang melintas di jalan Palembang Betung malah terkesan melintas dengan BEBAS,” ujar Zaki
Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh kendaraan ODOL yang melintas ini tidak hanya mengganggu kelancaran transportasi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan terutama pengendara kendaraan roda dua. Selain itu, dampak ekonomi dirasakan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan roda dua dan pemerintah yang harus mengalokasikan dana besar untuk perbaikan.
Zaki mendesak agar Menteri Perhubungan turun tangan langsung mengatasi masalah ini. Ia berharap UPPKB Talang Kelapa dapat memperketat pengawasan dan memberikan sanksi yang lebih berat kepada para pelanggar aturan. “Kalau sanksinya tidak tegas, pelanggaran ini akan terus terjadi. Kita butuh tindakan nyata, bukan hanya formalitas,” tuturnya.
Sanksi tegas dari pihak yang berwajib dinilai menjadi solusi efektif untuk memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus menjaga infrastruktur jalan agar tidak semakin rusak. “Penerapan aturan yang benar bukan hanya melindungi jalan, tapi juga menjaga keselamatan semua pengguna jalan,” Harap Zaki
Masyarakat Banyuasin menunggu langkah konkret dari pihak terkait untuk yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin kondisi jalan akan semakin buruk dan merugikan lebih banyak pihak.













