RANTAU BAYUR, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Istilah yang mengatakan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, memang benar adanya. Seperti halnya yang dilakukan para guru di SMPN 7, Rantau Bayur, Sumatera Selatan.
Untuk menjangkau sekolah itu, guru-guru di sana harus berjuang. Salah satunya soal jarak tempuh yang jauh, sebab sekolah itu berada di perbatasan Kecamatan Sumbawa dengan Kecamatan Rantau Bayur. Guru di SMPN 7 Rantau Bayur juga dihadapkan dengan kondisi medan menuju lokasi yang susah ditempuh.

Medan menuju lokasi mengajar yang sulit ditempuh dengan jalanan tanah yang jika terkena hujan menjadi lautan lumpur. Kerap kali ini menyulitkan para guru untuk menuju lokasi mengajar. Tetapi, mereka selalu semangat hanya untuk menberikan ilmu bagi muridnya.

Guru SMPN 7 Rantau Bayur yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan jika turun hujan, terkadang ia terpaksa harus menuntun kendaraannya, sebab jalan yang licin dan berlumpur sehingga sulit untuk dilalui.
“Kalau turun hujan maka jalan ini akan berlumpur. Kendaraan yang digunakan tidak bisa berjalan mulus bahkan harus dituntun karena tidak bisa melewati jalan yang becek dan berlumpur,” jelasnya.
Guru-guru tersebut meminta kepada pemerintah provinsi Sumatra Selatan dan kabupaten Banyuasin untuk memperbaiki jalan rusak di antara jalan Desa Sungai Naik dengan Desa Sejagung dan jalan Talang Balam Desa Srijaya kecamatan Rantau Bayur. supaya supaya kami melaksanakan tugas secara maksimal
“kami meminta kepada pemerintah provinsi Sumatra Selatan dan kabupaten Banyuasin untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak ini supaya kami bisa mengajar secara maksimal,” ujarnya guru-guru













