PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Muslim Peduli Palestina (AMP3) kembali menggelar aksi solidaritas untuk Palestina. Aksi ini digelar pada Ahad, 11 Mei 2025, bertempat di Simpang Lima DPRD Sumatera Selatan, Palembang. Mereka menyerukan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel yang hingga kini terus menelan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
AMP3 bukan sekadar menuntut dihentikannya agresi militer Zionis Israel atau mengusung isu kemanusiaan belaka. Aksi ini digerakkan oleh kesadaran akidah Islam yang mendorong kewajiban membela sesama muslim. Bagi AMP3, pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari panggilan iman yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Umat Islam, kata mereka, ibarat satu tubuh—saat satu bagian terluka, seluruh tubuh merasakan sakitnya.
Massa aksi memulai kegiatan dari Masjid Al-Falah, Kompleks TVRI Palembang, sejak pukul 07.00 WIB. Mereka bergerak menuju lokasi aksi sambil mengibarkan bendera hitam (Ar-Rayah) dan putih (Al-Liwa) bertuliskan kalimat tauhid. Selain itu, para peserta membawa poster-poster dukungan dan spanduk besar yang mengecam agresi militer Israel, serta menyerukan kepada para pemimpin negeri-negeri Muslim untuk segera mengirimkan pasukan ke Palestina.
Dalam orasinya, Humas AMP3, Apri Revolusi, menyatakan bahwa serangan Israel ke Gaza adalah bentuk kekejaman yang tidak bisa ditoleransi. Ia juga menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang mendukung Israel secara terbuka, baik secara politik maupun militer.
“Kami mengecam keras serangan brutal Zionis Israel ke Gaza yang telah menewaskan ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Kami juga mengutuk dukungan terbuka dari Amerika Serikat dan sekutunya yang terus memasok senjata dan dana untuk pembantaian ini,” ujar Apri dalam orasinya (Palembang, rakyatpembaharuan.com, 11/05/25).
Lebih lanjut, AMP3 menyerukan kepada umat Islam untuk bersatu dalam gerakan global yang bertujuan menegakkan kembali syariah Islam dan kepemimpinan khilafah. Menurut mereka, hanya melalui sistem khilafah-lah kekuatan umat bisa disatukan dan digunakan untuk melindungi Palestina serta negeri-negeri Muslim lainnya dari penjajahan.
AMP3 menilai bahwa para pemimpin dunia Islam selama ini hanya memberikan respons pasif—sebatas kecaman atau bantuan kemanusiaan, tanpa langkah strategis yang dapat menghentikan kekejaman Israel secara tuntas. Karena itu, AMP3 menekankan pentingnya solusi ideologis yang bersumber dari ajaran Islam.
Khilafah, bagi mereka bukan sekadar konsep historis, melainkan solusi sistemik untuk membela kaum tertindas dan menjaga kehormatan umat. Khilafah dianggap sebagai institusi pelindung umat yang akan memobilisasi kekuatan militer kaum Muslim untuk membebaskan Palestina dan mengusir penjajah dari tanahnya.
“Tidak ada perjuangan yang lebih hebat dan istimewa kecuali menegakkan kembali Khilafah ‘Ala Minhaj an-Nubuwwah,” tegas Apri.
Aksi AMP3 ini menjadi cermin suara umat yang merindukan perubahan fundamental dalam merespons krisis Palestina. Bagi mereka, penderitaan di Gaza hanya bisa diakhiri jika umat Islam kembali bersatu dalam satu kepemimpinan politik yang berlandaskan syariah, yaitu khilafah Islamiyah.
Karena telah terbukti, nyaris 14 abad dunia sejahtera, damai dan dilimpahi keberkahan oleh Allah Swt. Tersebab menerapkan syari’at-Nya melalui seluruh sendi kehidupan. Dari bangun tidur, bangun rumah tangga, ekonomi, pendidikan, mengolah sumber daya alam (SDA) dan bangun negara. Semua terstruktur, berkeadilan, terlaksana sesuai koridor syara’.
Wallahu a’lam.













