PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Tiga siswa perwakilan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuasin, yakni Lefin Alfito, Putri Arifathur Rahma, dan M. Danisy Al-Faqih, berhasil mengukir prestasi dengan meraih posisi Juara Ketiga dalam ajang Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan oleh UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (27/8/2026)
Kegiatan yang berlangsung di Museum Sriwijaya, Palembang, ini diikuti oleh 50 tim perwakilan dari SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Sumatera Selatan. Setiap sekolah mengirimkan satu tim terbaik untuk berkompetisi memperebutkan gelar juara.
Lomba cerdas cermat ini diadakan dalam rangka mengoptimalkan fungsi museum bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat penelitian, pendidikan, serta rekreasi edukatif kultural. Melalui kompetisi ini, para siswa diajak untuk lebih mengenal sejarah dan budaya daerah melalui suasana belajar yang kompetitif dan menyenangkan di lingkungan museum.
Setelah melalui babak penyisihan dan final yang ketat, berikut adalah hasil perolehan juara dalam lomba tersebut:
Juara Utama:
1. Juara 1: SMA Negeri 4 Lahat
2. Juara 2: SMA Negeri 3 Kayu Agung
3. Juara 3: MAN 1 Banyuasin (Lefin Alfito, Putri Arifathur Rahma, M. Danisy Al-Faqih)
Juara Harapan:
1. SMKN 1 Palembang
2. SMA Negeri Sumatera Selatan
3. SMA Negeri 17 Palembang
Juara Madya:
1. SMK Negeri 1 Gelumbang
2. MA Jamiatul Quro Palembang
3. SMA Negeri 12 Palembang
Kepala MAN 1 Banyuasin, Junaidi, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian para siswanya. Ia menilai prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas akademik dan wawasan umum siswa madrasah yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, siswa-siswi dari MAN 1 Banyuasin hari ini bisa menjadi juara ketiga pada cerdas cermat yang diadakan oleh UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan di Museum Sriwijaya Palembang. Ini adalah hasil dari kerja keras dan persiapan matang mereka,” ujar Junaidi kepada awak media.
Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, serta semakin mencintai warisan budaya bangsa melalui kunjungan ke museum dan situs sejarah.













