Di Era Digital, ORARI Sumsel Dorong Radio Amatir Tetap Eksis dan Digandrungi Generasi Muda

OGAN ILIR, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Di tengah gempuran media sosial dan aplikasi pesan instan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Sumatera Selatan berkomitmen untuk tetap eksis dan relevan. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Indralaya, Minggu (6/9/2026), ORARI Sumsel mendorong regenerasi anggota dengan menyasar kalangan muda agar radio amatir tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi tetap menjadi alat komunikasi strategis.

Ketua ORARI Sumatera Selatan, Komarudin, menegaskan bahwa meskipun didirikan sejak 9 Juli 1968 atau 58 tahun silam, ORARI memiliki peran vital yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi modern, terutama dalam kondisi darurat.

“ORARI senantiasa membina komunikasi darurat, seperti saat terjadi bencana alam. Kami sering menjadi garda terdepan komunikasi saat gempa atau banjir, karena radio amatir tidak bergantung pada jaringan internet maupun sinyal seluler yang rentan putus,” ujar Komarudin.

Selain keandalan teknis, Komarudin menyoroti keunggulan radio amatir dari sisi biaya dan interaksi. Alat komunikasi ini hanya memerlukan antena dan sumber energi baterai, tanpa membutuhkan pulsa atau paket data internet. Hal ini membuat radio amatir sangat efisien dan inklusif.

Dari segi konten, ORARI menonjolkan pola komunikasi interaktif yang bermuara pada pemecahan masalah. Sebagai contoh, terkait isu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ogan Ilir, ORARI dapat menjadi wadah diskusi langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi penyebab, fenomena, hingga solusi pencegahan secara real-time.

“Sesungguhnya media penyampai informasi itu saling berkaitan. Media ‘jadul’ seperti radio dan media modern dapat saling mengisi untuk menyampaikan informasi yang valid dan edukatif kepada masyarakat,” tambah Komarudin.

Untuk memastikan keberlanjutan organisasi, Pengurus ORARI Kabupaten Ogan Ilir yang dipimpin H. Muhsin Abdullah aktif mendorong keterlibatan anak muda. Abdul Salam, salah satu pengurus ORARI Ogan Ilir, menyatakan bahwa radio amatir harus dipandang sebagai saluran informasi yang keren dan bermanfaat bagi generasi milenial dan Gen Z.

“Pengurus ORARI Ogan Ilir terus berupaya agar radio ini juga menjadi saluran bagi anak muda kita dalam mendapatkan informasi. Semoga anak muda lebih mengenal dunia keamatiran radio sehingga ORARI dapat berkembang luas sejajar dengan alat komunikasi modern,” harap Salam.

Melalui Rakerda ini, ORARI Sumsel berharap dapat merumuskan strategi baru untuk menarik minat generasi muda, sekaligus memperkuat fungsi radio amatir sebagai mitra pemerintah dalam penyebaran informasi publik dan penanganan bencana.

Penulis: AgEditor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *