Wabup Netta Indian Kukuhkan Pengurus FKUB dan FPK Banyuasin 2026-2031, Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan

PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyuasin masa bakti 2026-2031. Pengukuhan ini dilakukan dalam rangkaian Acara Dialog Antar Pemuda Lintas Agama FKUB Kabupaten Banyuasin yang digelar di Rid’s Hotel Palembang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, S.Pd., S.IP., M.M., serta berbagai perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda lintas iman

Momen pengukuhan ditandai dengan pembacaan deklarasi komitmen pemuda untuk mempertahankan Banyuasin sebagai daerah *zero conflict* (nol konflik). Deklarasi yang dibacakan oleh perwakilan dari masing-masing agama ini menjadi bukti nyata bahwa FKUB berkomitmen tinggi dalam memelihara kerukunan, mewujudkan toleransi, serta mendorong kerja sama antarumat beragama dalam pengamalan ajaran masing-masing.

Ketua Pelaksana Dialog FKUB Banyuasin, Dr. Mustofa Kamal, M.Pd., menjelaskan bahwa kehadiran FPK memiliki peran yang sangat strategis. Forum ini hadir guna memperkuat pembauran kebangsaan dalam mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan yang kokoh di tengah masyarakat Kabupaten Banyuasin.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Netta Indian menekankan bahwa peran FKUB dan FPK sangatlah krusial. Ia menyebut Kabupaten Banyuasin sebagai “miniatur Indonesia” yang memiliki masyarakat dengan beragam agama, suku, dan budaya.

“Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus kekuatan daerah. Karena itu, mari kita terus membangun komunikasi, saling menghormati, dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap perbedaan,” tegas Netta Indian dalam sambutannya.

Dengan dikukuhkannya pengurus baru ini, diharapkan FKUB dan FPK Kabupaten Banyuasin dapat terus menjadi garda terdepan dalam merawat harmoni sosial. Hal ini juga menjadi fondasi penting agar berbagai program pembangunan daerah dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.

Penulis: Deni Arianto Editor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *