BANYUASIN, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banyuasin, Yosi, memberikan klarifikasi tegas menanggapi isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah tenaga PPPK dan seorang kepala sekolah di wilayahnya. Yosi membantah mengetahui adanya agenda pertemuan di sebuah hotel pada 17 September lalu. Menurutnya, sejauh yang ia ketahui, agenda resmi terakhir yang dijadwalkan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) pada 10 September.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan spekulasi di masyarakat yang menduga dirinya sengaja menghindar pasca-kejadian.
“Saya tegaskan, saya tidak mengetahui sama sekali agenda di hotel pada tanggal 17 September tersebut. Setahu saya, ada Bimtek tanggal 10. Karena saya tidak tahu, agenda itu bisa dikatakan tidak sah atau ilegal. Saat kejadian, saya sedang melaksanakan dinas luar (DL), tidak berada di lokasi, dan bukan menghilang seperti yang diisukan,” tegas Yosi, Selasa (22/9/2026).
Sebagai pimpinan dinas, Yosi menekankan bahwa setiap agenda resmi harus terkoordinasi dengan baik. Ketidaktahuannya terhadap pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa ia tidak terlibat maupun memberikan restu atas kegiatan yang bermasalah itu.
Menanggapi proses hukum yang berjalan, Yosi menyatakan sikap hormat dan dukungan penuh kepada aparat kepolisian. Ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan penyidikan kepada pihak berwenang.
“Saya sangat menghargai proses hukum di Polda Sumatera Selatan. Untuk detail kasus, saya persilakan masyarakat atau media mengonfirmasi langsung ke Polda Sumsel karena itu merupakan ranah dan kewenangan mereka,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Sumatera Selatan masih mendalami kasus dugaan pungutan liar atau suap yang melibatkan oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi dari pihak berwajib.













