Ustaz Agus Salim, M.Pd. menegaskan bahwa kemerdekaan lahir dari adanya perlawanan terhadap penjajahan. Menurutnya, penjajahan adalah bentuk penguasaan secara paksa yang mengendalikan dan mengambil manfaat dari pihak lain, sedangkan kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan melepaskan diri dari penindasan itu.
“Merdeka terjadi karena ada aksi penjajah (penguasaan secara paksa, yang mengendalikan, dan mengambil manfaat), reaksi dari penjajahan adalah upaya perjuangan untuk melepaskan diri dari penjajahan. Pelaku yang melepaskan diri dari penjajahan adalah para pahlawan,” ujarnya dalam Webinar online Madrasah Ilmu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Bekasi bertajuk “Nilai Kepahlawanan dan Kemerdekaan dalam Islam” Ahad (10/08/2025).
Ia memaparkan tiga aspek penjajahan. Pertama, penjajahan wilayah, seperti yang pernah dialami Indonesia yang dijajah Belanda, Portugis, Spanyol, dan Jepang. Motifnya dikenal dengan istilah 3G: gold (kekayaan, terutama rempah yang setara emas), glory (kejayaan), dan gospel (misi agama).
Kedua, martabat kemanusiaan. Penurunan harkat manusia kerap terjadi melalui perbudakan dalam berbagai bentuk, termasuk pembatasan kebebasan berpikir dan filosofi hidup. “Penjajahan bukan hanya dilakukan negara. Sebagaimana jika melihat isu Palestina hari ini, yang dijajah tidak hanya fisik, dunia tidak mampu membebaskannya. Bahkan PBB pun tidak lepas dari penjajahan, sehingga sulit berharap keadilan dan kemerdekaan sejati,” kata Ustaz Agus.
Ketiga, penjajahan terhadap jiwa manusia. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW: “Jihad yang paling utama adalah melawan diri sendiri dan hawa nafsu.”
Di era modern yang serba modis dan rasional, Ustaz Agus menilai kondisi kemanusiaan dunia berada di titik yang memprihatinkan. Karena itu, ia menyerukan langkah strategis yang dimulai dari hal terjangkau, salah satunya melalui pendidikan, demi membangun bangsa yang merdeka secara utuh.
Terakhir, pesan Ustaz Agus adalah kita harus tunduk pada sang Khaliq (Allah Swt.), bertawakal hanya kepada Allah Swt., termasuk para pejuang di Palestina, ketinggian perjuangannya adalah bertawakal kepada Allah Swt. []Isma













