OKI  

Program MBG Kembali Makan Korban! Puluhan Siswa di Pedamaran Keracunan

PEDAMARAN, MERAHPUTIH EWS CO.ID – Puluhan siswa dari sejumlah SMP di Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dilarikan ke Puskesmas diduga karena mengalami gejala keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), Rabu (2/9/2025)

Sampai berita ini terbitkan sudah 18 siswa itu dibawah ke Puskemas. Pasien terlihat lemas atau nampak pucat. Ada yang sampai harus digendong.

“Awalnya beredar luas ada beberapa siswa yang ke Puskesmas Pedamaran yang memang diduga diakibatkan oleh keracunan makanan dari MBG,” kata Syahrial staf puskesmas saat ditemui di puskesmas, Senin (2/9). Malam

“Benar ada sekitar 18 siswa yang diduga keracunan karena makan makanan dari MBG, sampai malam ini petugas medis dan untuk Tripika kecamatan masih memantau perkembangan permasalahan ini,” ujar Syahrial

Meski belum bisa memastikan pemicu gejala keracunan ini, Syarial tak menyangkal soal petugas dari jajarannya termasuk kepolisian yang mengambil sampel makanan hidangan MBG untuk diperiksa.

Menurut informasi siswa yang dibawa ke Puskesmas Pedamaran adalah murid-murid dari Dua sekolah berbeda, yakni: SMPN 1 Pedamaran, SDN 5 Pedamaran

Sampai saat ini belum mendapatkan informasi mengenai sumber makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyuplai MBG yang diduga memicu keracunan massal ini.

Sarnubi, salah seorang wali siswa kelas 7 dan kelas 9 di SMPN 1 Pedamaran saat ditemui di puskesmas Pedamaran membeberkan, anaknya pulang sekolah pukul 12.40 WIB sampai dirumah biasa sekitar pukul 13.00 WIB belum terjadi apa-apa tetapi sekitar pukul 18.00 WIB mengalami kepala pusing dan muntah-muntah kemudian saya bawah ke puskesmas

“Pulang sekolah belum ada gejala sakit tetapi sekitar pukul 18.00 WIB anak saya pusing kepala dan muntah-muntah kemudian saya bawah ke puskesmas,” kata Sarnubi

Sementara ibu endang orangtua dari Indri  di kelas 8 SMPN 1 Pedamaran mengatakan anaknya juga mengalami pusing dan muntah muntah,”katanya

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Pedamaran masih melakukan observasi dan penanganan terhadap para pelajar yang terdampak. Pemerintah kecamatan bersama Dinas Kesehatan OKI diharapkan segera melakukan uji sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut.

Masyarakat berharap kasus ini segera mendapat penanganan serius agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah tanpa menimbulkan risiko yang membahayakan. (John herri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *