SERDANG BEDAGAI, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Sebuah insiden menarik perhatian warga di Jalan Tebing Tinggi-Paya Lombang, tepatnya di Simpang Rujak, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.
Sebuah mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan nomor polisi T 9727 DI diduga melaju dengan kecepatan tinggi, menyebabkan ratusan ompreng (wadah makanan) kosong jatuh dan berserakan di bahu jalan
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, mobil tersebut terlihat membawa muatan ompreng dalam jumlah besar. Akibat guncangan atau pengereman mendadak yang diduga akibat kelalaian pengemudi, tumpukan ompreng tersebut tergelincir dari bak mobil dan berhamburan ke area pinggir jalan.
Menyikapi kejadian tersebut, petugas Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang mengenakan rompi bertuliskan \”BGN SPPG Paya Bagas II\” segera turun tangan untuk mengamankan situasi. Dibantu oleh beberapa pelajar yang kebetulan berada di lokasi, mereka bahu-membahu mengumpulkan kembali ratusan ompreng yang berserakan agar tidak menghambat arus lalu lintas dan dapat digunakan kembali.
Saat dimintai konfirmasi terkait penyebab kecelakaan ringan tersebut, pengemudi mobil MBG tampak sibuk membantu proses pengumpulan ompreng dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut kepada warga yang bertanya. Sikap ini justru memicu pertanyaan di kalangan masyarakat setempat
Insiden ini bukan kali pertama menjadi sorotan. Sejumlah warga di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa mobil operasional MBG tersebut kerap terlihat melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas di kawasan pemukiman.
“Memang sering kencang-kencang mobil MBG ini kalau melintas,” ungkap seorang warga setempat kepada awak media.
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lain yang merasa khawatir dengan keselamatan pengguna jalan lainnya, termasuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Menanggapi kejadian ini, warga mendesak pihak penyelenggara program, baik itu Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) maupun Badan Gizi Nasional (BGN), untuk melakukan evaluasi ketat terhadap para pengemudi armada MBG. Warga meminta agar sopir yang dinilai kerap ugal-ugalan segera dihentikan atau diberi sanksi tegas sebelum menimbulkan korban jiwa atau kecelakaan yang lebih fatal
Oleh karena itu, disiplin berlalu lintas dan keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama bagi seluruh petugas lapangan yang terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait tindak lanjut terhadap pengemudi kendaraan bernomor polisi T 9727 DI tersebut. Masyarakat berharap adanya tindakan preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.










