BANYUASIN, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Sebuah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) melibatkan empat kendaraan berat dan ringan terjadi di jalur utama Palembang-Jambi, tepatnya di kawasan tanjakan, pada Minggu (26/7/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski keempat kendaraan mengalami kerusakan material.
Kasatlantas Polres Banyuasin melalui Kanit Gakkum Iptu Nurman menyebutkan, kronologi kejadian bermula ketika sebuah truk tangki (Fuso Tengki) bernomor polisi BG 8526 MI yang dikemudikan oleh Zulkarnain sedang melaju dari arah Palembang menuju Jambi.
Saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan jalan menanjak, kendaraan Fuso Tangki tersebut dikabarkan mengalami kesulitan traksi sehingga termundur ke belakang. Akibatnya, bagian belakang truk tangki tersebut menghantam sebuah mobil Suzuki Carry bernomor polisi B 9206 MX yang dikemudikan oleh Heriyanto.
Hantaman pertama itu membuat Suzuki Carry terdorong dan kembali menabrak dua kendaraan lain yang sedang berada di dekatnya, yaitu sebuah truk Fuso bernomor polisi BA 9931 DU dan sebuah truk Fuso Box bernomor polisi BE 8652 NV. Kedua truk terakhir tersebut diketahui sedang parkir atau mengantre di bahu jalan sebelah kiri arah Jambi untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).
“Akibat kejadian tersebut, semua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan material pada bagian bodi. Namun, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas sumber kepolisian di lokasi.
Petugas gabungan dari Polres Banyuasin dan Dinas Perhubungan segera tiba di lokasi untuk mengamankan TKP, mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, serta mendokumentasikan kerusakan kendaraan. Para pengemudi involved party juga dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan yang rusak masih berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengemudi kendaraan berat untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur tanjakan, terutama dengan muatan penuh, serta memastikan rem tangan dan sistem pengereman berfungsi optimal untuk mencegah kejadian serupa.













