OGAN ILIR – Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, S.H., memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama jajaran kepala perangkat daerah terkait pada Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan pentingnya kesiapsiagaan total seluruh unsur pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kebakaran di musim kemarau.
Bupati Panca menginstruksikan agar seluruh pos-pos pemadaman Karhutla tetap disiagakan 24 jam. Langkah ini diambil untuk memperkuat respons cepat terhadap setiap titik api yang muncul di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
“Kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Kita harus memastikan bahwa setiap unsur yang terlibat memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, sesuai dengan optimalisasi Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas Karhutla,” ujar Panca.
Dalam arahannya, Bupati Panca merinci tiga fokus utama dalam penanganan Karhutla tahun 2026:
1. Operasional Pemadaman: Memastikan personel gabungan (TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan Satpol PP) siap turun ke lapangan dengan peralatan yang memadai.
2. Layanan Kesehatan Masyarakat: Melalui Tim Krisis Bencana Dinas Kesehatan, posko-posko kesehatan akan disiagakan khusus untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. “Kita harus meminimalisir risiko penyakit ISPA dan gangguan kesehatan lainnya bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.
3. Perlindungan Siswa Sekolah: Pemkab Ogan Ilir menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel. Jika kualitas udara memburuk atau jarak pandang terbatas, kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan atau dialihkan menjadi pembelajaran daring untuk menjaga keselamatan anak-anak sekolah.
Rapat koordinasi ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dan koordinasi antar-dinas. Bupati Panca berharap dengan adanya pembagian tugas yang jelas melalui SK Satgas, tidak ada tumpang tindih wewenang sehingga penanganan Karhutla dapat berjalan efektif dan efisien.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan. Namun, jika terjadi kebakaran, kita harus sigap, cepat, dan tepat dalam bertindak demi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan,” pungkas Bupati Panca.
Hingga berita ini diturunkan, status siaga Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir tetap berada pada level waspada seiring dengan kondisi cuaca yang kian kering.













