OGAN ILIR, MERAHPUTIHNEWS – Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 2026 melanjutkan sosialisasi dan edukasi penanggulangan Karhutla.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan di wilayah teritorial Kodim 0402/OKI-OI.
Kali ini sosialisasi dilaksanakan di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir.
Salah seorang Pasis selaku pemateri, Mayor Kav Bayu Kurniawan menekankan pentingnya pencegahan dini kebakaran.
“Di sini peran serta masyarakat sangat vital dalam upaya pencegahan dini Karhutla, khususnya di Desa Pelabuhan Dalam. Sebab masyarakat lah yang pertama mengetahui adanya titik api di lingkungan tempat tinggalnya,” kata Mayor Bayu dalam paparannya, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, Pemda, serta tokoh masyarakat setempat ini menitikberatkan pentingnya integrasi dan kolaborasi antara aparat keamanan dan warga.
Pasis Dikreg LXVIII Seskoad menekankan penanganan karhutla tidak bisa semata bertumpu pada pemadaman saat api telah meluas.
“Melainkan harus dimulai dari hulu melalui edukasi masif, pemetaan kawasan rawan, serta sistem peringatan dini yang responsif,” jelas Mayor Bayu.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas langkah untuk mempercepat rantai laporan di lapangan agar titik api dapat segera dipadamkan sebelum meluas.
Selain itu, pendekatan persuasif kepada masyarakat terkait larangan dan bahaya membuka lahan dengan cara membakar turut menjadi poin krusial.
Mayor Bayu menyampaikan, sinergitas antara Pasis Seskoad, Kodim 0402/OKI-OI, jajaran kepolisian dan aparatur daerah di Ogan Ilir diharapkan mampu menciptakan ekosistem penanggulangan Karhutla yang tangguh, adaptif, serta berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Mengingat Karhutla selain mengakibatkan kerusakan lingkungan, juga berdampak pada kesehatan, aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kesadaran individu, sinergi kita semua untuk peduli terhadap lingkungan, niscaya potensi Karhutla dapat diredam. Kita semua tentu ingin hidup di lingkungan yang nyaman dan sehat tanpa terpapar asap Karhutla,” tutur Mayor Bayu.













