BANYUASIN, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Viral di media sosial akun Facebook Muhammad Asri Lambo saat Ketegangan menyelimuti penangkapan buaya muara raksasa warga di kawasan Kecamatan Sumber Marga Telang (SMT), Kabupaten Banyuasin, setelah seekor buaya muara berukuran besar berhasil diamankan oleh warga dari area perkebunan kelapa pada Selasa (16/06/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah reptil purba tersebut sempat meresahkan aktivitas masyarakat yang bekerja di kebun dan sungai.
Berdasarkan informasi di lapangan, buaya tersebut ditemukan bersembunyi di sela-sela pohon kelapa dekat bantaran sungai. Melihat potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, terutama bagi para petani dan penyadap nira kelapa, warga setempat berinisiatif untuk menangkapnya secara gotong royong sebelum pihak berwenang tiba.
“Awalnya kami melihat ada gerakan mencurigakan di semak-semak dekat air. Setelah didekati, ternyata itu buaya muara yang cukup besar. Kami khawatir kalau dibiarkan akan memangsa ternak atau bahkan menyerang warga yang sedang bekerja,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam proses pengamanan.
Proses penangkapan dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat seadanya seperti tali dan jaring. Beruntung, buaya tersebut tidak menunjukkan perlawanan yang terlalu agresif saat dikelilingi oleh puluhan warga.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti ukuran panjang dan berat buaya masih dalam pendataan lebih lanjut oleh petugas terkait. Namun, visual di lokasi menunjukkan bahwa buaya tersebut memiliki postur tubuh yang gagah dan diperkirakan sudah berusia cukup tua.
Kejadian ini menambah daftar kemunculan satwa liar di permukiman warga Banyuasin belakangan ini. Sebelumnya, pada awal Juni 2026, warga Desa Sumber Mulya juga pernah menangkap buaya muara sepanjang 4,5 meter dengan berat mencapai 250 kg. Kemunculan berulang ini diduga akibat habitat asli mereka di hulu sungai mulai terganggu atau karena faktor alam seperti pasang surut air yang membawa mereka masuk ke area pemukiman.
Kepala Desa setempat menghimbau agar warga tetap waspada dan menghindari aktivitas sendirian di area sungai atau kebun yang lebat pada pagi dan sore hari. “Kami berterima kasih atas kekompakan warga. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk sosialisasi mitigasi konflik manusia dan satwa liar,” tambahnya.
Buaya yang telah diamankan tersebut rencananya akan diserahkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk dievakuasi ke habitat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan manusia.













