PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani, menghadiri secara langsung rangkaian acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026, Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK, serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Selatan. Acara yang berlangsung meriah di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (2/4/2026) ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Febrita Herman Deru, staf ahli TP PKK sumsel Hj Lidyawati cik Ujang serta ketua TP PKK kabupaten/kota Se-Sumatera Selatan.
Kehadiran Nabila Askolani dalam forum tingkat provinsi ini menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mendukung gerakan PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan keluarga berkualitas, serta peran Dekranasda dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel menekankan bahwa semangat Hari Kesatuan Gerak PKK harus terus digaungkan sebagai momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dari tingkat provinsi hingga desa. “PKK bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan ujung tombak perubahan perilaku masyarakat menuju hidup sehat, cerdas, dan sejahtera. Di era modern ini, kita harus berinovasi agar program-program PKK tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda,” ujarnya.
Nabila Askolani, dalam sesi diskusi panel, menyampaikan laporan singkat mengenai capaian TP PKK Kabupaten Banyuasin selama satu tahun terakhir. Ia menyoroti keberhasilan integrasi program “10 Program Pokok PKK” dengan inisiatif daerah, khususnya dalam pencegahan stunting melalui pola asuh gizi seimbang dan pemberdayaan ekonomi ibu-ibu rumah tangga melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB).
“Di Banyuasin, kami berusaha menjadikan PKK sebagai motor penggerak literasi digital bagi ibu-ibu. Tidak hanya mampu mengelola keuangan rumah tangga, kader PKK kami juga dilatih untuk memasarkan produk UMKM lokal secara online. Ini sejalan dengan visi Dekranasda untuk meningkatkan nilai jual kerajinan dan produk lokal,” jelas Nabila.
Terkait dengan Rakerda Dekranasda, Nabila mengusulkan agar Pemprov Sumsel dapat memberikan fasilitasi lebih intensif berupa pelatihan desain produk, standar kemasan (packaging), dan akses pasar bagi pengrajin di kabupaten/kota. Ia menilai bahwa potensi kerajinan tangan di Banyuasin, seperti anyaman pandan dan tenun, sangat besar namun terkendala dalam branding dan distribusi.
“Dukungan Dekranasda Provinsi sangat kami butuhkan untuk menjembatani produk lokal Banyuasin agar bisa bersaing di tingkat nasional. Kami siap berkolaborasi penuh untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif bagi perempuan,” tambahnya.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Sumsel untuk menyukseskan program prioritas tahun 2026, yakni penurunan angka stunting, peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan, dan pelestarian budaya kerajinan daerah.
Dengan partisipasi aktif ini, TP PKK Kabupaten Banyuasin berharap dapat menyerap best practice dari daerah lain di Sumsel dan membawa pulang strategi baru untuk diterapkan di Bumi Sriwijaya, demi kesejahteraan keluarga yang lebih baik.













