Pekerja Pemasang Kabel WiFi Tersengat Listrik di Betung, Warga Soroti Kelalaian Standar K3 dan Kabel Semrawut

Oplus_131072

BETUNG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Sebuah insiden kecelakaan kerja yang melibatkan sengatan listrik terjadi di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, pada Minggu (23/5/2026). Seorang pekerja yang sedang melakukan pemasangan kabel WiFi dilaporkan tersengat aliran listrik saat menarik kabel di tiang utilitas. Insiden ini diduga kuat akibat minimnya penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kondisi infrastruktur kabel yang semrawut.

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah pekerja berada di atas tiang utilitas yang dipenuhi tumpukan jaringan listrik tegangan rendah dan kabel telekomunikasi. Suasana panik terlihat saat korban tersengat, hingga akhirnya sebuah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan awal.

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Berdasarkan keterangan warga setempat bernama Utung, korban mengalami sengatan listrik saat bekerja tanpa menggunakan perlengkapan pengaman yang memadai, seperti sarung tangan isolator atau sepatu boot khusus.

“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar terbaru mengenai kondisinya. Namun, berkat sigapnya warga dan petugas yang cepat menolong, alhamdulillah nyawa korban masih bisa diselamatkan,” ujar Utung kepada wartawan di lokasi kejadian.

Sorotan Terhadap Kondisi Kabel dan Kelalaian K3

Warga menilai bahwa aktivitas pemasangan kabel oleh pihak penyedia layanan internet dilakukan secara nekat dan abai terhadap standar keamanan. Kondisi tiang utilitas di wilayah Betung yang dikenal dengan kabel-kabel “spaghetti” atau semrawut menjadi faktor risiko tinggi. Kabel listrik PLN bercampur aduk dengan kabel fiber optik dan telepon, sehingga sangat berbahaya bagi teknisi yang bekerja di ketinggian.

“Kalau dilihat dari bawah saja sudah ngeri. Kabel listrik campur kabel internet, padahal pekerja naik tanpa pengaman lengkap. Ini sangat berisiko, tidak hanya bagi pekerjanya tapi juga bagi masyarakat di bawahnya jika terjadi korsleting atau putusnya kabel,” keluh seorang warga lainnya.

Insiden ini memunculkan kritik tajam terhadap perusahaan penyedia layanan internet (ISP) maupun kontraktor pelaksana lapangan. Publik menuntut adanya evaluasi serius terhadap protokol keselamatan kerja, mengingat pekerjaan di area jaringan listrik aktif memiliki risiko fatal jika tidak dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat dan dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

Tuntutan Warga Kepada Pemerintah Daerah

Menyikapi kejadian tersebut, warga Kecamatan Betung mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan PLN, untuk segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan rutin terhadap aktivitas pemasangan jaringan kabel di wilayah tersebut.

Selain aspek keselamatan pekerja, warga juga mengkhawatirkan estetika dan keamanan publik. Tumpukan kabel yang tidak tertata rapi dikhawatirkan dapat mengganggu pengguna jalan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lain di masa depan.

Hingga saat ini, pihak perusahaan penyedia jaringan maupun aparat kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai identitas korban, detail kronologi, serta tindakan sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang lalai menerapkan standar K3. Masyarakat berharap adanya transparansi dan tindak lanjut tegas agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Penulis: Deni Arianto Editor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *