MAJATRA, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Rapat Anggota Tahun (RAT) Koperasi Rimba Wangi Sejahtera (RWS) Desa Majatra Kecamatan Pulau Rimau kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ke 18 yang bermitra dengan perusahaan kelapa sawit PT Citra Lestari Sawit (CLS) tahun buku 2025, di Kantor Koperasi Rimba Wangi Sejahtera, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Adam Ibrahim, S.E., M.Si. yang mewakili Bupati Banyuasin, Dr Askolani,SH., MH nampak hadir Ketua Koperasi Ujang Slamet Nur,S.Pd, Kapolsek Pulau Rimau yang di wakili Aiptu Hendrik.SH, Kepala Dinas Perkebunan dan peternakan Roni Utama, AP., M.Si. , Perwakilan dari PT CLS (Head Office SPOG) Iwan Patra, Ketua Badan Pengawas koperasi RWS Ledi Gunawan,SH dan jajaran pengurus Koperasi RWS dan anggota, camat Pulau Rimau Sumito,SH.,M.Si, kepala Desa Majatra Nur Kholis serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Adam Ibrahim, S.E., M.Si. yang mewakili Bupati Banyuasin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor perkebunan dan pertanian, khususnya industri kelapa sawit di Banyuasin dan menyampaikan sebaiknya koperasi bukan hanya usaha simpan pinjam tetapi juga harus mengembangkan usaha di sektor lain seperti kredit pupuk kepada petani, kredit alat pertanian dll yang bisa menambah penghasilan anggota koperasi
“Koperasi RWS telah membuktikan perannya sebagai penggerak kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar perkebunan di Desa Majatra Kecamatan Pulau Rimau. Melalui kerja sama yang baik, koperasi ini mampu mengembangkan plasma sawit yang berkelanjutan dan menguntungkan, dan koperasi juga jangan hanya fokus pada simpan pinjam tetapi juga harus mengembangkan usaha lain ” ujarnya.
Diharapkan melalui forum RAT, pengurus dan anggota koperasi dapat bertukar pengalaman, merumuskan strategi, serta mencari solusi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Saya mengapresiasi kerja sama antara anggota, pengurus koperasi, dan manajemen PT CLS yang telah berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Semoga Koperasi RWS terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi anggotanya maupun masyarakat,” tambah Adam Ibrahim.
Ketua Koperasi RWS Slamet Nur,S.Pd, dalam sambutannya terima kasih atas kepercayaan anggota kepadanya dan pengurus yang lainnya dan menyampaikan bahwa RAT tahun ini dihadiri sekitar 77 anggota dan 55 anggota memberikan surat kuasa anggota total 126 dari 200 anggota koperasi yang terdaftar. Rapat tersebut beragendakan pembahasan laporan pertanggungjawaban tahun buku 2025.
“Secara umum, kondisi koperasi terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan manajemen, setiap tahun selalu ada peningkatan dalam kinerja dan hasil usaha,” jelas Slamet Nur,S.Pd.
Dirinya optimistis bahwa jika utang koperasi di bank berhasil dilunasi dalam beberapa tahun mendatang, maka sisa hasil usaha (SHU) yang diterima petani plasma akan meningkat secara signifikan.
“Saat ini, rata-rata petani plasma memperoleh pendapatan sekitar Rp 500 .000 sampai dengan Rp 4.200,000.,per bulan. Ke depan, kami berharap angka ini bisa lebih tinggi sesuai harapan petani dan pemerintah,” pungkasnya
Sementara Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan kabupaten Banyuasin Roni Utama,AP.,M.Si diwakili Narso,ST.,M.Si Menyampaikan Bahwa Setiap Anggota Koperasi Petani Kebun Sawit Wajib Ikut Program ISPO guna Memenuhi Standart Nasional dan juga menyampaikan kabar gembira Khusus Anak Petani Sawit yang berprestasi bisa ikut program Beasiswa Sekolah/Kuliah di perguruan tinggi semua biaya ditanggung ( Akomodasi, Transportasi, Pendidikan, Biaya Hidup ) dari Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan cara pengajuan Proposal Ke Dinas perkebunan & Peternakan
“Saya menyampaikan pesan Bupati Banyuasin Dr Askolani,SH.,MH melalui kepala dinas perkebunan dan peternakan bahwa Anggota koperasi RWS harus memenuhi program ISPO guna memenuhi standar nasional dan juga menyampaikan kabar gembira kepada anak petani sawit Banyuasin bahwa untuk anak petani sawit yang punya prestasi Akan diberikan beasiswa di perguruan tinggi secara menyeluruh dari akomodasi, transportasi, pendidikan dan biaya hidup dari pemerintah kabupaten Banyuasin melalui Dinas perkebunan dan peternakan kabupaten Banyuasin,” jelasnya
Selanjutnya Iwan Patra Selaku Perwakilan dari PT. Cipta Lestari Sawit ( Head Office SPOG) Menjabat JM Farm Development mengatakan Untuk Mendapatkan hasil TBS Plasma butuh proses yang panjang dan bertahap untuk SHU yang tinggi, Perusahaan dalam merawat kebun dibutuhkan koordinasi yang baik antara perusahaan dan Koperasi Plasma RWS untuk lebih ditingkatkan.
“Untuk mendapatkan TBS banyak dan besar perlu proses panjang. Saya berharap kedepannya dengan Kerjasama dan koordinasi yang baik antara perusahaan dan anggota koperasi plasma RWS SHU anggota akan meningkat kedepannya,” harap Iwan Patra













