BENGKULU, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Upaya memperkenalkan energi rumah tangga yang lebih praktis dan ekonomis terus dilakukan. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu bersama Koperasi Konsumen Griya Merah Putih bekerja sama dengan PT Pertamina membuka booth promosi tabung gas pink 5,5 kilogram di kawasan Kampung Ramadhan Balai Buntar.
Booth tersebut dibuka selama tiga hari, mulai Selasa, 10 Maret hingga 12 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat produk LPG non-subsidi 5,5 kilogram yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp94.000 per tabung.
Sales Branch Manager 3 Gas Pertamina Bengkulu, Muhammad Naufal Pratama menjelaskan, selama kegiatan berlangsung pihaknya juga menghadirkan promo menarik bagi masyarakat.
“Selama pembukaan booth ini, ada promo penukaran dua tabung gas melon dengan satu tabung gas pink 5,5 kilogram,” jelas Naufal.
Ia menambahkan, LPG 5,5 kilogram merupakan gas non-subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat mampu. Meski demikian, dari sisi biaya penggunaannya dinilai lebih hemat jika dibandingkan dengan tabung LPG 12 kilogram.
“Jika dihitung pemakaiannya, gas 5,5 kilogram ini bisa lebih hemat hingga sekitar Rp25 ribu dibandingkan gas 12 kilogram,” ujarnya.
Salah satu pengguna LPG 5,5 kilogram, Berti, mengaku penggunaan gas pink tersebut cukup membantu pengeluaran rumah tangga.
“Kalau dibandingkan dengan gas 12 kilogram, memang lebih sedikit hemat yang 5,5 kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, mengatakan kehadiran booth Pertamina di Balai Buntar merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas pelaku UMKM serta mempermudah masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih efisien.
“Banyak pengakuan dari pedagang UMKM bahwa penggunaan gas 5,5 kilogram lebih irit dan mudah didapat. Karena itu kami sengaja mengundang Pertamina membuka booth di stand Kampung Ramadhan Balai Buntar,” kata Eddyson.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin mengenal pilihan energi non-subsidi yang lebih praktis, sekaligus membantu pelaku UMKM dalam menekan biaya operasional usaha mereka.(Ipulpekal)













