PANGKALAN BALAI/BANYUASIN III, – Dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional Tahun 2026, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani, Putri menghadiri kegiatan peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di Posyandu Pustu, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan Bakti Sosial IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dalam rangka memperingati International Day of the Midwife (IDM), HUT IBI ke-75, serta Pekan Imunisasi Dunia dengan komitmen mewujudkan “Indonesia Bebas Zero Dose”.
Acara yang berlangsung meriah di [Lokasi, misal: Balai Desa atau Puskesmas Banyuasin III] ini dihadiri Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Hj. Eni Diana, S.Keb., S.K.M., Plt. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian, M.M., Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Banyuasin, Ellies Tianti, para Kepala OPD lainnya atau yang mewakili, Lurah Kedondong Raye, Imam Ghozali, S.P., M.Si.,serta ratusan kader Posyandu dan ibu-ibu balita.
Transformasi Menuju Posyandu Prima
Dalam sambutannya, Nabila Askolani menekankan bahwa Posyandu tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat penimbangan balita semata. “Posyandu harus bertransformasi menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Kita mengintegrasikan layanan Posyandu dengan 6 SPM Bidang Kesehatan, sehingga deteksi dini stunting, gizi buruk, dan penyakit menular dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Nabila.
Enam indikator SPM Kesehatan yang menjadi fokus transformasi tersebut meliputi:
1. Pelayanan kesehatan ibu hamil.
2. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir.
3. Pelayanan kesehatan balita.
4. Pelayanan kesehatan usia produktif.
5. Pelayanan kesehatan usia lanjut.
6. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan diabetes mellitus.
Nabila menambahkan, Kecamatan Banyuasin III dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki jumlah posyandu aktif yang tinggi dan komitmen kader yang kuat. “Jika di Banyuasin III berhasil, model ini akan kita replikasi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuasin,” tegasnya.
Peran Vital Kader dan Teknologi
Ketua TP PKK juga mengapresiasi dedikasi para kader Posyandu yang telah menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Ia mengingatkan agar para kader terus meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam penggunaan aplikasi digital seperti e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) untuk memastikan data kesehatan warga akurat dan real-time.
“Data yang akurat adalah kunci intervensi yang tepat. Dengan teknologi, kita bisa memantau tumbuh kembang anak dari rumah ke rumah. Jangan ada lagi anak yang terlambat ditangani karena data yang tidak update,” imbuh Nabila.
Layanan Terpadu dan Hiburan Edukatif
Selain sambutan, acara diisi dengan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kehamilan, imunisasi lengkap, pemberian vitamin A, serta penyuluhan gizi seimbang. Terdapat pula lomba kreasi MPASI (Makanan Pendamping ASI) sehat yang diikuti oleh ibu-ibu muda, guna mengedukasi pentingnya gizi berkualitas bagi pencegahan stunting.
Sementara Camat Banyuasin III, Santo, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya melaporkan bahwa saat ini terdapat 33 Posyandu di wilayah Kecamatan Banyuasin III yang seluruhnya telah berjalan aktif sebagaimana mestinya. Keberadaan Posyandu ini terbukti efektif dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut.
“Tercatat pada awal tahun 2024, jumlah stunting di Banyuasin III mencapai 24 orang. Namun, melalui inovasi program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang kemudian diteruskan dengan program MBG (Makanan Bergizi Gratis), saat ini dipastikan jumlah stunting telah menurun jauh dari data awal”, ujarnya.













