YOGYAKARTA, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY di Yogyakarta pada Kamis (21/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari best practice dalam strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta akselerasi digitalisasi layanan perbankan daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, delegasi Komisi III DPRD Sumsel menerima paparan langsung dari jajaran manajemen Bank BPD DIY regarding keberhasilan mereka dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui instrumen keuangan yang inovatif dan inklusif.
Fokus pada Kredit Produktif dan UMKM
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan Komisi III adalah capaian signifikan Bank BPD DIY dalam penyaluran kredit produktif. Data yang disajikan menunjukkan bahwa porsi kredit produktif bank tersebut telah mencapai 58% dari total portofolio kredit, dengan mayoritas dana disalurkan secara khusus kepada sektor UMKM.
Anggota Komisi III DPRD Sumsel menilai bahwa pola penyaluran kredit yang berpihak pada pelaku usaha kecil ini sangat efektif dalam mendorong perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Hal ini dianggap relevan untuk diadopsi oleh Bank Sumsel Babel guna memperkuat peran bank daerah sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar lembaga pencari keuntungan.
Inovasi Digital: QRIS Real-Time H+0
Selain aspek kredit, delegasi Sumsel juga terkesan dengan inovasi digital yang diterapkan Bank BPD DIY, khususnya fitur QRIS real-time atau H+0. Fitur ini memungkinkan dana hasil transaksi pedagang diterima langsung pada hari yang sama (H+0), berbeda dengan sistem konvensional yang sering kali membutuhkan waktu T+1 atau lebih.
“Kemampuan Bank BPD DIY memberikan likuiditas cepat kepada pedagang melalui sistem QRIS H+0 adalah terobosan luar biasa. Ini membantu arus kas UMKM menjadi lebih sehat dan lancar,” ujar salah satu anggota Komisi III dalam diskusi tersebut.
Evaluasi untuk Bank Sumsel Babel
Komisi III DPRD Sumsel menegaskan bahwa temuan dan pembelajaran dari kunjungan ini akan dibawa pulang sebagai bahan evaluasi dan rekomendasi strategis bagi pengembangan Bank Sumsel Babel. Ada beberapa agenda prioritas yang diharapkan dapat diimplementasikan, antara lain:
1. Peningkatan Portofolio Kredit Produktif: Mendorong Bank Sumsel Babel untuk lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor riil dan UMKM.
2. Akselerasi Digitalisasi: Mempercepat adopsi teknologi perbankan digital yang memudahkan nasabah, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
3. Perluasan Inklusi Keuangan: Memastikan akses perbankan menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya unbanked, sehingga kesenjangan ekonomi dapat dipersempit.
Visi Baru Bank Daerah
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi III DPRD Sumsel berharap terjadi pergeseran paradigma dalam pengelolaan Bank Sumsel Babel. Ke depan, bank daerah tidak hanya dipandang sebagai penyumbang dividen terbesar bagi PAD Provinsi Sumatera Selatan, tetapi juga harus berperan aktif sebagai agen pembangunan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas, merata, dan berkelanjutan.
“Kami ingin Bank Sumsel Babel bisa belajar dari kesuksesan Bank BPD DIY. Bukan hanya soal profitabilitas, tapi juga dampak sosial-ekonominya bagi rakyat Sumatera Selatan,” tutup perwakilan Komisi III.













