BABAT SUPAT, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Insiden kebocoran pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP yang melintasi jalur Tempino–Plaju kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin. Kebocoran dilaporkan berlangsung pada Senin (22/06/2026) di Desa Babat, Kecamatan Babat Supat, tepatnya di area sekitar Rumah Makan Tua Saiyo.
Berdasarkan informasi awal dari lokasi kejadian, tumpahan minyak mentah telah mencemari lingkungan sekitar dan berpotensi mengalir ke anak sungai terdekat. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat akan dampak ekologis jangka panjang serta risiko kebakaran mengingat sifat minyak mentah yang mudah terbakar.
Meskipun penyebab pasti belum dikonfirmasi secara resmi, indikasi awal mengarah pada dua kemungkinan utama: faktor korosi atau keroposnya pipa akibat usia pakai, maupun aktivitas pencurian minyak ilegal (taiping) yang marak terjadi di sepanjang jalur tersebut. Rute Tempino–Plaju memang dikenal sebagai salah satu titik rawan pencurian aset vital nasional di Sumatera Selatan.
Kebocoran ini tidak hanya merugikan perusahaan negara dari sisi hilangnya produksi minyak, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga yang bergantung pada lahan pertanian dan perikanan di sekitar aliran sungai. Bau menyengat dari tumpahan minyak telah mengganggu kenyamanan permukiman penduduk di dekat lokasi kejadian.
“Kami berharap pihak Pertamina tidak hanya menutup kebocoran sesaat, tapi juga melakukan penggantian pipa secara menyeluruh dan meningkatkan patroli keamanan. Sudah terlalu sering kejadian serupa berulang di wilayah kami,” keluh salah seorang tokoh masyarakat Desa Babat yang tidak di sebutkan namanya













