BENGKULU, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMDGE) melakukan audiensi atau hearing dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu pada Senin (23/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Usin Abdisyah Putra Sembiring, bertujuan untuk menyampaikan masukan, klarifikasi, serta evaluasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Provinsi Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua HMDGE, Ade Tarigan, menyayangkan beredarnya sejumlah informasi di masyarakat yang dinilai kurang akurat, khususnya menyangkut komposisi menu dan besaran anggaran per porsi. Ia menegaskan pentingnya pelurusan fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap program prioritas nasional ini.
Ade Tarigan menjelaskan bahwa besaran anggaran yang digunakan dalam program MBG telah mengacu ketat pada Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan pemerintah.
“Besaran anggaran yang berlaku mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Untuk porsi besar sebesar Rp10.000 dan porsi kecil sebesar Rp8.000. Karena itu, kami berharap informasi yang disampaikan kepada publik dapat sesuai dengan fakta dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ade di hadapan anggota dewan.
Ia menekankan bahwa dengan anggaran tersebut, mitra dapur berupaya menyediakan menu yang memenuhi standar gizi seimbang, meskipun menghadapi tantangan fluktuasi harga bahan pangan di pasar.
Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa perjalanan menghadirkan Program MBG di Bengkulu tidaklah mudah. Proses panjang melibatkan adaptasi terhadap kondisi lokal dan kesiapan infrastruktur. Hingga saat ini, masih terdapat kendala jangkauan layanan yang menyebabkan belum semua calon penerima manfaat dapat menikmati program secara merata.
Selain itu, aspek finansial menjadi sorotan utama. Ade menyatakan bahwa operasional dapur MBG membutuhkan investasi awal yang cukup signifikan. Banyak pengelola dapur umum yang harus mengajukan pinjaman perbankan sebagai modal kerja untuk memenuhi kebutuhan sarana, prasarana, serta operasional harian.
“Biaya yang dikeluarkan cukup besar. Banyak pemilik dapur yang memulai usaha ini dengan modal pinjaman bank. Karena itu, tentu dibutuhkan waktu untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan,” jelasnya.
Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi keberlanjutan bisnis para mitra dapur dalam jangka panjang.
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, HMDGE menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan tata kelola dapur agar semakin sesuai dengan Juknis. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan program dapat berjalan berkelanjutan.
Ade Tarigan menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah menyukseskan inisiatif Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami berkomitmen memperbaiki tata kelola dapur, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan program ini berjalan sesuai aturan. Tujuan kami adalah ikut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bengkulu,” tutup Ade.
Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu mengapresiasi keterbukaan HMDGE dan diharapkan akan meneruskan aspirasi serta kendala yang dihadapi para mitra dapur kepada eksekutif daerah untuk dicari solusi terbaik, baik dari sisi regulasi maupun dukungan fasilitasi.
Ayo folow like dan share : https://www.facebook.com/share/r/1E8XXv3Dxw/













