PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Suasana persiapan Ujian Akhir Semester (UAS) yang seharusnya dipenuhi semangat belajar, justru berubah menjadi kecemasan mendalam bagi tiga mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang. Mereka terancam tidak dapat mengikuti ujian dan berpotensi gagal naik kelas atau bahkan drop out, bukan karena ketidakmampuan akademik, melainkan akibat tunggakan biaya pendidikan yang belum mampu dilunasi secara sekaligus.
Bagi ketiganya, kuliah adalah jalan untuk mengubah nasib keluarga. Namun, hambatan ekonomi di tengah semester enam ini menjadi ujian terberat yang mereka hadapi.
Salah seorang wali mahasiswa, Diding, yang mendampingi mahasiswi bernama Nabilah Nuraisah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kampus yang dinilai kurang manusiawi. Ia menegaskan bahwa keluarganya tidak pernah berniat menghindari kewajiban pembayaran, melainkan hanya membutuhkan kelonggaran waktu.
“Kami tidak meminta dibebaskan dari kewajiban. Kami hanya memohon diberikan kesempatan untuk mengangsur sisa tunggakan. Yang terpenting bagi kami, anak-anak ini tetap bisa mengikuti ujian dan melanjutkan perjuangan mereka hingga lulus,” ujar Diding dengan nada sedih, Kamis (9/7/2026).
Diding menjelaskan, sebelumnya ada informasi bahwa pembayaran dapat dilakukan secara bertahap. Berdasarkan hal tersebut, keluarganya telah berusaha mencicil sesuai kemampuan ekonomi yang pas-pasan. Namun, kebijakan berubah drastis di akhir semester ini, di mana pihak kampus meminta pelunasan penuh sebagai syarat ikut UAS.
Tidak tinggal diam, Diding mencoba mencari jalan keluar melalui organisasi induk kampus, yakni Aisyiyah. Ia menghubungi pengurus Aisyiyah cabang Banyuasin untuk menjembatani komunikasi dengan pihak manajemen Unisa Palembang.
Harapannya sederhana: adanya kebijakan khusus yang mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa yang sedang kesulitan. Sayangnya, upaya mediasi tersebut belum membuahkan hasil.
“Saya berharap masih ada ruang kebijakan. Anak-anak ini sudah berjuang keras sampai semester enam. Sangat disayangkan jika cita-cita mereka harus kandas di tengah jalan hanya karena masalah administrasi keuangan yang sebenarnya bisa dicicil,” keluhnya.
Seorang anggota Aisyiyah Banyuasin yang membantu proses komunikasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya telah menyampaikan permohonan keringanan kepada pihak terkait di kampus. Namun, jawaban yang diterima bersifat final, menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil rapat internal, sehingga mahasiswa tetap diwajibkan melunasi seluruh tunggakan sebelum mengikuti UAS.
Kisah ketiga mahasiswi ini menjadi potret miris realitas pendidikan tinggi, di mana banyak mahasiswa berprestasi harus bergulat dengan keterbatasan ekonomi. Di tengah tekanan akademik, beban finansial menjadi momok yang menakutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan keringanan yang diajukan oleh para wali mahasiswa. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak kampus sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, demi keseimbangan informasi dan pencarian solusi terbaik bagi masa depan para mahasiswa tersebut.













