*Ditolak di Dua Rumah Sakit, Pasien Ini Pulang Tanpa Pemeriksaan*

PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO – Sangat miris situasi pelayanan kesehatan saat ini pasalnya salah satu warga ditolak di dua Rumah Sakit.

Berdasarkan keterangan Ahmad Supanji Revolusioner dirinya ditolak di dua Rumah Sakit yaitu RS Muhammadiyah dan RS Sriwijaya pada hari Senin, 10 Nopember 2025, akhirnya melihat kondisi seperti itu dirinya yang ditemani saudaranya terpaksa menelpon orang tuanya karena bingung harus bagaimana.

Nachung Tajudin orang tua dari Panji mengatakan memang benar anaknya ditolak oleh kedua Rumah Sakit tersebut, akan tetapi untuk Rumah Sakit Muhammadiyah tidak dapat keterangan dari susternya alasan apa dan kenapa sehingga anaknya ditolak.

“Kemudian anak saya pergi dengan mengendarai ojek ke rumah sakit Sriwijaya setelah nyampe di rumah sakit Sriwijaya di diperiksa kemudian anak saya disarankan untuk pulang tanpa ada tindakan apa-apa, ini belum dikasih obat belum diapain cuman dianggap bahwa ini penyakit ringan dan penyakit biasa”, kata Nachung Kecewa, Senin (10/11/2025).

“Kemudian saya minta untuk disambungkan untuk ngomong sama susternya dan saya minta kalau memang harus bayar ya bayar enggak masalah tapi harus di adakan tindakan perawatan dulu”, lanjut Nachung.

Kemudian Nachung coba bicara dengan yang namanya Suster Endah, dari penjelasan Endah kepadanya bahwa kalau dirawat kamar sudah penuh dan tidak tahu kapan pasien pulang.

“Lalu saya minta lagi supaya observasi dulu di IGD agar setelah anak saya agak lumayan sakitnya sudah agak hilang baru ya apakah dia harus dipulangkan ataukah dia dirawat. Tapi lagi-lagi dia bilang enggak bisa Pak, karena pasien di observasi di IGD maksimal itu 6 jam dan kemudian saya jelasin ya kalau memang bayar ya kita bayar enggak masalah gitu kemudian dia bilang lagi enggak bisa Pak dia harus kalau dirawat. Intinya dia menolak dan kemudian akhirnya saya berdebat sama dia dan dia enggak mau mendengarkan penjelasan dan permintaan dari saya lagi”, paparnya.

*Tindakan ini disorot Ketua Aliansi Rekan Indonesia*

Miftahul Firdaus Ketua Rekan Indonesia atau yang biasa dipanggil Avir menyayangkan peristiwa penolakan dari dua rumah sakit ini.

Menurutnya Rumah Sakit tidak boleh menolak pasien apalagi sampai bersikap arogan kepada pasien.

“Rumah sakit tidak boleh menolak pasien apalagi arogansi terhadap pasien. Rumah Sakit harus terima dan tidak membedakan antara yang memakai BPJS dan yang membayar”, tanggal Avir.

” Karena ini adalah Rumah Sakit Daerah maka kami meminta kepada Gubernur Sumsel dalam hal ini Dinas Kesehatan agar segera menegur rumah sakit yang menolak pasien-pasien tersebut karena ini terjadi bukan sekali bahkan bukan kali ini aja tapi sudah beberapa kasus yang sudah melapor ke rekan Indonesia’, kata Avir geram.

Kami juga, lanjut Avir, meminta DPRD untuk segera memanggil pihak Rumah Sakit terkait untuk mengklarifikasi kejadian penolakan terhadap pasien. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *