OGAN ILIR, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Budaya penjajahan ala Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda ternyata kini diterapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ogan Ilir.
Betapa tidak, di saat Indonesia sudah merdeka 80 tahun, Disdikbud Ogan Ilir kini menjajah sejumlah kepala sekolah di bawah naungannya.
Seperti dikemukakan salah seorang kepala sekolah di Ogan Ilir yang mengaku mencium hal tak beres. Yaitu terkait masa jabatan kepala sekolah yang dimanipulasi pada aplikasi Ruang Guru.
“Saya ini lima tahunan jabat kepsek. Tapi di aplikasi Ruang Guru diterangkan bahwa sudah 13 tahun lebih jadi kepsek, sehingga saya harus diganti karena melampaui masa jabatan,” kata kepala sekolah berinisal A kepada media ini, Kamis, 15 Januari 2026.
A menegaskan bahwa riwayat jabatan dirinya terdata dan terdokumentasi dengan baik. Kecurigaan A pun bertambah saat seorang pejabat di Disdikbud Ogan Ilir meminta uang yang nominalnya hingga puluhan juta rupiah.
“Ada oknum pejabat Disdikbud Ogan Ilir minta uang belasan hingga puluhan juta rupiah kepada saya. Pejabat tersebut minta uang secara bertahap,” ungkap A.
Sementara di sisi lain, ada kepala sekolah yang masa jabatannya melebihi ketentuan 13 tahun, namun tetap dipertahankan pada jabatannya.
A mengaku hingga kini ia terus diminta uang oleh pejabat tersebut. Jika tidak, posisinya sebagai kepala sekolah akan digantikan oleh orang lain.
“Kalau di aplikasi Ruang Guru itu ada centang biru pada identitas saya, menandakan masih sesuai ketentuan masa jabatan. Tetapi karena saya keberatan memenuhi permintaan uang tersebut, saya akan diganti,” tutur A.
Sementara saat diminta konfirmasi, Kepala Disdikbud Ogan Ilir, Sayadi tak merespon. Nomor telepon Sayadi tak aktif. Sayadi juga dilaporkan sering berganti nomor telepon.













