MARIANA, MERAHPUTINEWS.CO.ID– Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat kurang mampu dengan memimpin langsung kegiatan bedah rumah serentak. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah perbaikan hunian bagi para lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) di berbagai wilayah Sumsel, termasuk kabupaten Banyuasin dan kota palembang
Kegiatan kali ini dilaksanakan di kediaman ibu Dairah (80), seorang lansia yang tinggal di RT 23 Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, kabupaten Banyuasin, pada, rabu (6/5). Rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan dinding ini direnovasi total berkat gotong royong personel Polda Sumsel bersama BUMN, BUMD, dan relawan masyarakat.
“Rumah adalah tempat berlindung paling utama. Melihat bapak-bapak dan ibu-ibu lansia kita masih tinggal di rumah yang bocor dan rapuh, hati kami tergerak untuk bertindak. Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk kehadiran Polri di tengah kesulitan rakyat,” ujar Kapolda Sumsel melalui karo SDM saat meninjau lokasi pengerjaan.
Selain di Banyuasin, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di 17 Polres jajaran di seluruh Sumatera Selatan. Total ada sekitar 40 rumah yang dibedah dalam gelombang pertama ini, dengan prioritas utama diberikan kepada lansia yatim piatu, janda renta, dan warga terdampak bencana alam seperti puting beliung yang sempat melanda beberapa daerah awal tahun lalu.
Salah satu penerima manfaat di wilayah Banyuasin, Nek Dairah, mengaku sangat bersyukur. “Saya sudah lama ingin memperbaiki atap rumah ini tapi tidak punya biaya. Terima kasih Pak Kapolda dan anak-anak polisi yang sudah datang membantu. Sekarang saya bisa tidur nyenyak tanpa takut kehujanan,” ucapnya haru.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari inovasi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang dicanangkan Kapolri. Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut secara berkala, tidak hanya menjelang hari besar kepolisian.
“Kami menargetkan ribuan rumah tidak layak huni dapat diperbaiki tahun ini melalui kolaborasi dengan Pemprov Sumsel, Pemerintah kabupaten/kota dan pihak swasta. Mari kita bangun harapan hidup yang lebih baik bagi sesama,” tutup Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo,S.I.K.,M.Si
Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo juga menegaskan bahwa program bedah rumah akan terus berlanjut di berbagai wilayah hukum Polda Sumsel. Ia juga mengapresiasi dukungan dari warga Banten Putra yang turut serta menyukseskan program tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita mulai di Banyuasin. Mudah-mudahan pembangunan berjalan lancar dan segera selesai sehingga Ibu Dairah bisa menempati rumah baru yang lebih layak. Ini adalah investasi kemanusiaan,” tuturnya.
Kapolsek Banyuasin I, Iptu Ahmad Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan bedah rumah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Polda Sumsel, terhadap kondisi sosial warga yang membutuhkan.
“Kami berharap dengan adanya program ini, Ibu Dairah yang sudah berusia 80 tahun dapat tinggal lebih nyaman dan layak. Ini juga bentuk sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga dalam membangun lingkungan,” ujar Iptu Iqbal seusai peletakan batu pertama.
Sementara Ketua RT 23, Bapak Ayub, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolda Sumsel dan jajaran Polres Banyuasin serta Polsek Banyuasin I yang telah memilih warganya sebagai penerima manfaat.
“Kami sangat bersyukur. Rumah Ibu Dairah selama ini sudah tidak layak huni. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Ayub.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat utama, antara lain Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si, serta Kapolsek Banyuasin I Iptu Ahmad Iqbal, SH.MH. Selain itu, turut hadir Kanit Binmas, Kanit Reskrim, Kanit Provost Polsek Banyuasin I, Ketua RT 23 Bapak Ayub, serta warga setempat yang tampak antusias menyambut program kemanusiaan ini.
situasi di lokasi bedah rumah tampak aman dan kondusif. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat keamanan dan warga mampu menciptakan aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.













