Wabup Netta Indian Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional, Banyuasin Perkuat Stabilitas Harga Pangan

PANGKALAN BALAI, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyoroti kondisi ekonomi nasional dan daerah. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tercatat mencapai 5,34 persen. Capaian positif ini menunjukkan ketahanan perekonomian daerah di tengah tantangan global dan dinamika harga komoditas. Namun, kewaspadaan terhadap inflasi tetap harus dijaga, terutama terkait volatilitas harga pangan.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Sumatera Selatan yang tercatat sebesar 0,38, teridentifikasi beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yakni cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng.

“Cabai merah menjadi komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan di beberapa daerah. Kepala daerah diminta mengambil langkah konkret untuk mengatasi kenaikan harga tersebut,” tegas Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya, Senin (18/05/2026)

Mendagri juga menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan komponen utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Tingginya tingkat konsumsi mencerminkan daya beli masyarakat yang baik, yang merupakan indikator aktivitas ekonomi berjalan positif. Oleh karena itu, pengendalian inflasi sangat krusial agar daya beli masyarakat tidak terkikis oleh kenaikan harga.

Dukungan Sektor Pertanian dan Infrastruktur Air

Selain fokus pada pengendalian harga, rakor juga membahas strategi jangka panjang untuk menunjang ketahanan pangan. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui distribusi bantuan pompa air untuk lahan seluas 1.000.000 hektare, serta pembangunan dan distribusi infrastruktur air periode 2024–2026. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga, yang pada akhirnya akan menstabilkan pasokan dan harga pangan.

Untuk menindaklanjuti arahan pusat, Wakil Bupati Netta Indian menghadiri rakor tersebut didampingi oleh sejumlah pejabat strategis lingkungan Pemkab Banyuasin, antara lain:

* Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Alfian, M.M.

* Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dr. Drs. H. Ali Sadikin, M.Si.

* Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), H. Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen Pemkab Banyuasin untuk secara proaktif memantau pergerakan harga di pasar tradisional maupun modern. Pemkab Banyuasin akan terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok, khususnya komoditas strategis seperti cabai dan minyak goreng, agar stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Penulis: Deni Arianto Editor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *