Wagub Sumsel Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Perubahan di Gebyar Muharam 1448 H dan Harlah Muslimat NU ke-80

PALEMBANG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, menghadiri peringatan Gebyar Muharam 1448 Hijriah sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Masjid Al-Anshor Palembang, pada Rabu (17/06/2026). Dalam sambutannya, orang nomor dua di Pemprov Sumsel ini mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.

Cik Ujang menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh warga Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa bulan Muharam bukan sekadar penanda pergantian kalender, melainkan momen strategis untuk membangun semangat perubahan (hijrah) menuju kualitas kehidupan yang lebih baik, produktif, dan semakin dekat dengan Allah SWT.

“Semoga momentum hijrah ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas kehidupan, menjadi lebih produktif, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Cik Ujang.

Ia menambahkan, nilai-nilai hijrah mengajarkan keberanian untuk meninggalkan hal-hal yang kurang baik demi mencapai keadaan yang lebih mulia, baik dalam lingkup pribadi, keluarga, maupun dalam konteks pembangunan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Cik Ujang juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Lahir Muslimat NU yang ke-80. Ia menilai perjalanan delapan dekade organisasi perempuan terbesar di bawah naungan NU tersebut merupakan bukti nyata pengabdian tanpa henti dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan perempuan.

“Muslimat NU telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat (wasathiyah), memperkuat persatuan bangsa, dan membangun ketahanan keluarga,” ungkapnya.

Wagub Sumsel menyoroti peran strategis para ibu dan perempuan Muslimat NU dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan Gebyar Muharam dan Harlah Muslimat NU ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperkokoh semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan dan kedamaian di Bumi Sriwijaya yang kita cintai,” tutupnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Sumatera Selatan, Hj. Choiriyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Wakil Gubernur Sumsel. Menurutnya, dukungan dan perhatian langsung dari pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi kader Muslimat NU untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Sumsel yang telah hadir bersama kami. Kehadiran Pemerintah Provinsi Sumsel sangat berarti bagi Muslimat NU. Semoga membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua,” kata Hj. Choiriyah.

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan kader Muslimat NU dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, serta tokoh agama dan masyarakat setempat, yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat persaudaraan.

Penulis: Deni Arianto Editor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *