KAYUAGUNG, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) Kayuagung terus berupaya memperkuat budaya akademik melalui penyelenggaraan kegiatan Academic Sharing dengan tema “Kepakaran Dosen sebagai Fondasi Inovasi dan Kolaborasi Akademik”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) ini dihadiri oleh seluruh dosen di lingkungan FKIP UNISKI.
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Annisa Astrid, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan Dr. Darmawan Budiyanto, M.Pd. dari Universitas Tridinanti Palembang. Tujuannya adalah untuk memperdalam pemahaman dosen mengenai pentingnya penetapan bidang kepakaran sebagai dasar pengembangan karier, peningkatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi, serta penguatan jejaring kolaborasi.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNISKI Kayuagung, Dr. Dewi Sartika, M.Pd., menegaskan bahwa kepakaran dosen merupakan aset strategis yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, kepakaran yang jelas akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, dan peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Melalui kepakaran yang dimiliki, dosen tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif serta membangun jejaring kolaborasi yang produktif,” ujar Dr. Dewi Sartika.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Annisa Astrid menyampaikan materi tentang “Penetapan Bidang Kepakaran Dosen sebagai Dasar Pengajuan Jabatan Akademik/Fungsional.” Ia menjelaskan bahwa kepakaran adalah identitas akademik yang dibangun melalui rekam jejak pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Khusus bagi dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Annisa menyoroti berbagai bidang kepakaran yang dapat dikembangkan, seperti Teaching English as a Foreign Language (TEFL), English Language Assessment, English for Specific Purposes (ESP), hingga Applied Linguistics. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam membangun portofolio Tridarma sangat penting untuk memperkuat identitas akademik dan daya saing institusi.
“Bidang kepakaran bukan sekadar kebutuhan administratif, tetapi merupakan identitas akademik. Kepakaran yang jelas akan menjadi fondasi bagi pengembangan karier dosen sekaligus memperkuat reputasi institusi,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Darmawan Budiyanto membahas topik “Ranting Keilmuan Pendidikan Bahasa Inggris dalam Pengajuan Jabatan Akademik Dosen.” Sebagai akademisi dengan fokus pada Translation Studies, Dr. Darmawan menjelaskan pentingnya memahami keterkaitan antara bidang kepakaran dan ranting keilmuan dalam rumpun Applied Linguistics, seperti Pragmatics, Discourse Analysis, Sociolinguistics, dan Second Language Acquisition (SLA).
Dr. Darmawan menegaskan bahwa pembangunan kepakaran harus dimulai sejak awal karier dosen, bukan hanya saat mengajukan jabatan akademik. Konsistensi dalam menjalankan Tridarma menjadi fondasi utama reputasi keilmuan.
“Membangun kepakaran bukan dimulai ketika mengajukan jabatan akademik, tetapi sejak dosen menentukan arah penelitian, mengembangkan mata kuliah, dan menghasilkan publikasi ilmiah,” ungkap Dr. Darmawan.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi aktif dari para dosen FKIP UNISKI mengenai strategi pengembangan portofolio dan implementasi kebijakan kepakaran. Melalui forum ini, FKIP UNISKI Kayuagung berharap dapat melahirkan inovasi akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.













