OI  

Di Tengah Kekeringan Ekstrem, Bupati Panca Wijaya Akbar Inisiasi Salat Istisqa Mohon Turun Hujan Padamkan Karhutla

OGAN ILIR – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menggelar salat Istisqa (salat memohon hujan) di Komplek Perkantoran Tanjung Senai, Indralaya, pada Selasa (18/8/2026). Ibadah khusus ini diinisiasi langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, S.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ASN Pemkab Ogan Ilir.

Langkah ini diambil sebagai ikhtiar batiniah untuk meminta pertolongan Allah SWT agar menurunkan hujan guna meredam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meluas akibat musim kemarau panjang.

Bupati Panca menegaskan bahwa salat Istisqa merupakan bentuk kepasrahan dan doa kepada Tuhan, yang berjalan beriringan dengan upaya teknis pemadaman di lapangan.

“Hari ini kita berdoa kepada Allah SWT, memohon turun hujan untuk Ogan Ilir. Ini adalah ikhtiar kita selain tentunya upaya tim pemadam di lapangan yang terus berjibaku memadamkan api,” ujar Panca usai melaksanakan salat.

Menurutnya, kombinasi antara kerja keras personel gabungan dan doa kolektif diharapkan dapat mempercepat berakhirnya bencana asap dan kebakaran yang meresahkan masyarakat.

Pelaksanaan salat Istisqa ini dilatarbelakangi oleh kondisi alam yang semakin kritis. Wilayah Ogan Ilir saat ini mengalami kekeringan parah, di mana sumber-sumber air alami, termasuk kanal-kanal irigasi dan rawa, mulai mengering. Kondisi ini sangat menyulitkan operasional tim pemadam karena keterbatasan akses air untuk memadamkan titik-titik api yang tersebar.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat turun hujan untuk membasahi lahan dan memastikan sumber air kembali tercukupi. Ini akan sangat membantu kinerja tim Satgas di lapangan,” harap Panca.

Hingga berita ini diturunkan, status siaga Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir tetap diperketat seiring dengan prediksi cuaca yang masih minim curah hujan. Pemkab Ogan Ilir mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Penulis: AgEditor: Deni Arianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *