PANGKALAN BALAI, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Banyuasin Angkatan XI hingga XIV Tahun 2025/2026 di Gedung Mekkah, Asrama haji Palembang, Selasa (31/03/2026). Dalam amanatnya, Wabup Netta menekankan bahwa integritas dan inovasi merupakan dua pilar utama yang harus melekat pada setiap ASN muda untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Acara penutupan ini dihadiri Turut hadir Asisten III, Ir. Zakirin, S.P., M.M., CGCAE., KEPALA BKPSDM Banyuasin, Dr. Ir. H. Izro Maita, M.Si., Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., para kepala OPD dan Camat di lingkup Banyuasin, para widyaiswara dan tenaga pengajar, dan seluruh peserta Latsar CPNS Banyuasin Angkatan XI-XIV dari berbagai instansi pemerintah Daerah yang lulus setelah menjalani pelatihan intensif
Dalam sambutannya, Wabup Netta Indian, S.P mengingatkan bahwa masa orientasi telah berakhir. Kini, para CPNS resmi menjadi bagian dari mesin penggerak pemerintahan Banyuasin. “Jangan pernah kompromi dengan integritas. Korupsi sekecil apa pun adalah penghianatan terhadap kepercayaan rakyat. Jadilah ASN yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Masyarakat Banyuasin sedang menunggu bukti nyata kinerja kalian, bukan sekadar janji,” tegas Wabup Netta dengan nada tegas namun penuh harapan.
Selain integritas, Wabup Netta juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. Ia mengajak para lulusan latsar untuk tidak terjebak pada cara-cara lama yang kaku dan berbelit. “Era digital menuntut kecepatan dan kemudahan. Gunakan teknologi, sederhanakan prosedur, dan utamakan empati saat melayani warga. Jika ada aturan yang menghambat pelayanan baik, laporkan dan usulkan perbaikan. Kita butuh ASN yang proaktif, bukan pasif,” ujarnya.
Wabup Netta juga berpesan agar para CPNS tetap menjaga semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Dinamika tantangan pembangunan di Banyuasin, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, hingga kesehatan, membutuhkan ASN yang adaptif dan kompeten. “Ilmu yang didapat di latsar hanyalah dasar. Kembangkan terus kemampuan teknis dan soft skill kalian. Bersinergilah dengan rekan kerja senior, tapi jangan takut membawa ide-ide segar,” tambahnya.
Salah satu perwakilan peserta Latsar yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan para widyaiswara. Ia berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam tugas sehari-hari. “Kami siap mengabdi untuk Banyuasin yang lebih maju. Integritas akan kami jaga, dan inovasi akan kami wujudkan dalam setiap layanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis sertifikat kelulusan kepada perwakilan angkatan, dilanjutkan dengan foto bersama dan doa penutup. Dengan dilantiknya ratusan ASN baru ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara di Kabupaten Banyuasin semakin meningkat, mendukung visi misi bupati dan wakil bupati dalam memajukan daerah.













