OGAN ILIR, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, meninjau langsung kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir, Senin (27/7/2026). Kedatangan orang nomor dua di Pemkab Ogan Ilir ini untuk melihat secara dekat proses adaptasi ratusan siswa baru di lembaga pendidikan unik tersebut.
Sebanyak 247 siswa yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti rangkaian MPLS dengan materi yang tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter, adab, etika, dan nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya di sela peninjauan, Wabup Ardani mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Ia menilai model ini sebagai sesuatu yang luar biasa dan potensial mencetak generasi unggul.
“Pendidikan di Sekolah Rakyat adalah sesuatu yang luar biasa. Kita berharap Sekolah Rakyat ini menghasilkan anak-anak yang betul-betul punya kemampuan baik dari segi ilmu pengetahuan, budi pekerti, adab, etika, maupun keagamaan,” kata Ardani.
Ardani juga menekankan posisi strategis Ogan Ilir dalam inovasi pendidikan di tingkat provinsi. “Ogan Ilir merupakan daerah pertama di Sumatera Selatan yang mengadakan MPLS di Sekolah Rakyat. Semoga Sekolah Rakyat ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Sumatera Selatan,” ucapnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir berdiri di atas lahan seluas 10 hektar di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai. Kepala Sekolah, Sri Susanti, menjelaskan bahwa seluruh peserta didik ditempatkan di asrama dengan sistem pendampingan penuh.
“Ada 247 peserta didik, terdiri dari tujuh siswa SD, 90 siswa SMP, dan 150 siswa SMA. Khusus untuk SMA, rinciannya adalah 90 orang berasal dari Ogan Ilir dan 60 orang merupakan titipan dari Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu),” terang Sri Susanti.
Menurut Sri, MPLS di sini bukan sekadar pengenalan fasilitas fisik sekolah, melainkan juga pengenalan antarpersonal karena siswa akan tinggal bersama selama 24 jam dengan didampingi guru dan tenaga pendidik. Sebagai bagian dari protokol kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang, pihak sekolah juga melakukan tes kesehatan awal, termasuk pengukuran berat badan, untuk memperoleh data baseline kesehatan siswa sebelum dan sesudah menjalani program di Sekolah Rakyat.
Kurikulum yang diajarkan dirancang untuk menyeimbangkan aspek kognitif, karakter, dan kemandirian. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kecerdasan anak sehingga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Pada akhirnya, targetnya yakni sesuai tujuan Bapak Presiden bahwa dengan kecerdasan dapat memutus rantai kemiskinan,” pungkas Sri Susanti.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komitmen manajemen sekolah, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir diharapkan dapat menjadi inkubator bagi lahirnya pemimpin masa depan yang cerdas, berakhlak mulia, dan mandiri.













