INDRALAYA, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Pusat Pengembangan Mata Kuliah (PP-MPK) Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran MKWU di lingkungan Unsri menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi keluarga besar PP-MPK Unsri sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kebersamaan antar pengelola mata kuliah. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PP-MPK Unsri, Dr. Izzah Zen Syukri, S.Pd., M.Pd., bersama sejumlah Penanggung Jawab (PJ) mata kuliah, antara lain Dr. Zahra Alwi, M.Pd. (Bahasa Indonesia), Dra. Sri Safrina, M.Pd.I. (Pendidikan Agama), Dra. Sani Safitri, M.Si. (Kewarganegaraan), dan Dedeng, S.H., M.H. (Pendidikan Pancasila).
Ketua PP-MPK Unsri, Dr. Izzah Zen Syukri, menjelaskan bahwa fokus utama workshop kali ini adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada capaian pembelajaran (outcome-based education), serta penulisan E-Book Ice Breaking.
“Penyusunan RPS sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran tidak hanya sekadar menyampaikan materi, tetapi benar-benar mencapai kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa. Sementara itu, E-Book Ice Breaking diharapkan menjadi panduan bagi dosen untuk menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif, inovatif, dan menyenangkan,” ujar Dr. Izzah.
Ia menekankan bahwa ice breaking memiliki peran strategis dalam membangun suasana kondusif, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, serta menciptakan dinamika interaksi yang positif antara dosen dan mahasiswa.
“Yang terpenting bukan hanya dokumen perangkat pembelajaran yang selesai disusun, tetapi bagaimana perangkat tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dalam perkuliahan sehingga memberikan dampak nyata terhadap capaian kompetensi mahasiswa,” tambahnya.
Melalui koordinasi bersama para PJ mata kuliah, PP-MPK Unsri berupaya menyelaraskan perangkat pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik masing-masing mata kuliah namun tetap mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara umum. Workshop ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi terkait implementasi pembelajaran, sehingga terdapat keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran, materi, metode, dan sistem penilaian.
Selain agenda akademik, kegiatan silaturahmi menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan komunikasi antara pimpinan, PJ, dan jajaran pengelola MKWU. Sinergi yang kuat dinilai kunci keberhasilan dalam menjalankan berbagai program inovasi pembelajaran di Unsri.
Dengan adanya workshop ini, PP-MPK Unsri berharap dapat terus mendorong pengembangan perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi modern, sekaligus mendukung terciptanya proses perkuliahan yang terarah, interaktif, dan berkualitas.













