OGAN ILIR, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir mulai menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir per Selasa (15/9/2026), dari total 340 kejadian Karhutla yang melanda 1.050 hektare lahan, sebanyak 298 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergi tim gabungan yang terdiri dari BPBD Ogan Ilir, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Polres Ogan Ilir, serta prajurit TNI dari Kodim 0402/OKI-Ogan Ilir.
Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. “Angka 298 hektare yang berhasil kita padamkan adalah buah dari kerja keras petugas BPBD, rekan-rekan Damkar, Polres, dan TNI. Tanpa sinergi dan semangat mereka, hasil tersebut tidak akan tercapai,” ujar Edi, Senin (15/9/2026).
Untuk mencegah perluasan api, saat ini 127 personel disiagakan di berbagai titik strategis dengan pembagian tugas yang jelas:
* BPBD: Fokus pada koordinasi pusat dan pemadaman langsung.
* Dinas Damkar: Menggunakan mobil pemadam untuk akses jalan utama, terutama di Pos Exit Tol Pemulutan.
* Polres Ogan Ilir: Melakukan patroli pencegahan, penegakan hukum terhadap pembakar, serta bantuan pemadaman.
* TNI Kodim 0402/OKI-OI: Membantu tenaga manual dan distribusi logistik ke titik-titik sulit.
“Kami bagi tugas sesuai keahlian dan alat. Ini bukti bahwa kalau kita kompak, bencana bisa kita tekan,” tegas Edi.
Dari data rekapitulasi, Kecamatan Indralaya Utara masih menjadi wilayah dengan kejadian tertinggi, yakni 96 kali dengan luas lahan terbakar 437 hektare. Disusul oleh Kecamatan Tanjung Batu (52 kejadian) dan Pemulutan (37 kejadian).
Meski demikian, tren kejadian menunjukkan penurunan. Jika pada Agustus 2026 tercatat 158 kejadian, maka pada September ini turun menjadi 90
Meski pemadaman terus dilakukan, dampak asap masih dirasakan warga. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Sakatiga Seberang tercatat mencapai angka 186, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat.
“Mengingat ISPU masih di level tidak sehat, kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan wajib menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah,” pungkas Edi Rahmat.













