Kendaraan ODOL, Penyebab Jalan Rusak dan Bergelombang

BANYUASIN, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan atau over dimension over load (ODOL) sering kali menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalulintas di Palembang – Betung.

Hal ini disampaikan oleh Nachung Tahjudin, Aktivis Muda Banyuasin yang juga Ketua Umum JNIB di Kuliner Banyuasin.

“Hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa sebagian kecelakaan dan kemacetan terjadi karena kendaraan yang over dimensi dan over loading,”kata Nachung Tahjudin saat dimintai pendapatnya tentang penyebat kemacetan dan kecelakaan yadi terjadi di jalan Palembang – Betung di pusat Kuliner Banyuasin, Senin (22/9/2025) pagi.

Kendati kendaraan ODOL secara tidak langsung menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan menimbulkan jalanan yang bergelombang.

Sehingga, menurut Nachung Tahjudin, hal inilah yang menjadi sumber awal terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Memang secara langsung kasus karena kendaraan odol kurang. Namun demikian harus kita pahami akibat dari itu (kendaraan odol), jalanan bergelombang bahkan rusak hingga menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas,”ungkapnya.

Dari pantauannya dilapangan, hampir sepanjang jalan Palembang – Betung bergelombang.

“Pantauan dilapangan kondisi jalan yang memang bergelombang, dan dalam tiga bulan terakhir sudah menyebabkan 80 kasus kecelakaan dengan 23 orang korban jiwa, 19 orang Luka berat dan 79 orang luka ringan ”sambungnya.

Lebih lanjut, Nachung menyebutkan (1/6/22) yang lalu Gubernur dengan Kapolda Sumsel pernah membuat MOU pencanangan menuju zero over dimensi dan over loading (ODOL), tetapi hanyalah hanya isapan jempol belaka.

Semenjak MOU dan launching aplikasi untuk mengatasi mobil ODOL tetapi semenjak aplikasi dilaunching mobil odol bukannya semakin berkurang malah semakin bertambah banyak

Selanjutnya kata Nachung bulan Juni yang lalu ada Jukrah KORLANTAS Polri mencanangkan Zero ODOL kepada seluruh jajaran Lalu Lintas Indonesia termasuk Polda Sumatera Selatan tetapi ternyata tidak diperhatikan oleh pengusaha angkutan

“Sejal 1 Juni kemarin, Korlantas Polri sudah memberikan jukrah kepada seluruh satlantas di Indonesia untuk mencanangkan Indonesia zero Over Dimensi dan Over Loading (ODOL), tetapi kenyataan dilapangan itu hanya sebatas Jukrah saja, Mobil ODOL malah bertambah banyak. Himbauan dan Jukrah dari Korlantas melalui Satlantas seluruh Indonesia seperti dianggap sebagai angin lalu saja oleh pengusaha angkutan dan tidak menjadi perhatian pengusaha angkutan pelabuhan, kawasan industri, BUMD dan BUMN,” sebutnya

Nachung berharap, para pemilik kendaraan dapat melakukan normalisasi terhadap kendaraannya yang tidak sesuai ketentuan dan tidak mengoperasionalkan kendaraan tersebut guna mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Lebih lanjut, Nachung menyebut kurangnya pengawasan dilapangan dan Oknum petugas nakal yang bermain di Pos timbang sehingga

Kendaraan yang memiliki dimensi dan/atau muatan melebihi standar alias ODOL masih banyak berlalu lalang di Jalan Lintas Palembang – Betung

Nachung juga berharap pimpinan atau kepala daerah untuk sesekali sidak kelapangan atau jembatan timbang untuk menindak oknum petugas Kepolisian dan DLLAJR yang nakal dan memberikan sanksi yang tegas dan berat terhadap petugas yang melanggar agar memberikan efek jerah.

“Sesekali pinpin atau Kepala Daerah sidak kelapangan untuk menindak oknum petugas Kepolisian dan DLLAJR yang nakal di lapangan atau timbangan dan memberikan sanksi yang tegas dan berat kepada oknum petugas yang nakal tersebut” tegas Nachung

Dalam kesempatan ini juga Nachung Berharap kementerian PU untuk segera memperbaiki jalan Palembang – Betung yang bergelombang karena semakin hari semakin banyak memakan korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *