BENGKULU, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Badai konflik mengguncang tubuh Partai Golkar Bengkulu. Puluhan kader dan pengurus lama DPD Golkar Kota Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPD Golkar Provinsi Bengkulu, memprotes keras penunjukan Sauri Oegan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Golkar Kota.
Aksi ini menjadi penanda memuncaknya perlawanan internal terhadap keputusan DPD Golkar Provinsi yang dinilai sepihak membekukan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) yang sebelumnya telah disusun pengurus lama. Massa menuding, penunjukan PLT bukan sekadar langkah organisatoris, melainkan bagian dari skenario menggiring Musda menuju calon tunggal.
Yudi Darmawansyah, salah satu pengurus lama, mempertanyakan alasan hanya DPD Golkar Kota Bengkulu yang dipasangi PLT, sementara kepengurusan di 9 kabupaten dan 1 kota sama-sama telah berakhir masa jabatannya.
“Kenapa hanya Kota Bengkulu yang di-PLT? Ada apa di balik ini?” tegas Yudi dalam orasinya.
Tak berhenti di situ, Yudi menuding langkah DPD Golkar Provinsi sarat kepentingan politik internal, demi memuluskan satu nama berinisial “M” sebagai calon tunggal Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu.
“Kami tidak mau mengikuti instruksi untuk hanya menunjukkan satu nama calon. Ini bentuk penjegalan terhadap kader-kader terbaik Golkar Kota,” ujarnya lantang.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan keras: menolak penunjukan PLT Sauri Oegan, menolak pembekuan kepengurusan lama, meminta penghormatan terhadap AD/ART partai, menuding DPD Provinsi bersikap otoriter dan intimidatif, menyebut demokrasi di tubuh Golkar Bengkulu telah mati, serta memprotes dugaan pelarangan kader potensial mengikuti tahapan pemilihan ketua.
Tak hanya itu, demonstran juga menuntut DPD Golkar Provinsi menunjukkan surat resmi penunjukan PLT dari DPP Golkar, yang hingga kini dipertanyakan legalitasnya oleh massa aksi.
Ironisnya, saat aspirasi disampaikan, tak satu pun petinggi DPD Golkar Provinsi keluar menemui pendemo. Kantor partai tampak tertutup rapat, dijaga aparat kepolisian, sementara hanya sejumlah anggota MPG terlihat mengamati dari balik pintu.
Situasi itu memantik kemarahan massa. Acil Sanjaya, kader Golkar Kota, mengancam aksi lanjutan dengan kekuatan yang lebih besar.
“Kami akan kembali turun, membawa massa lebih besar dari 9 kabupaten dan 1 kota. Ini belum selesai,” tegasnya.
Konflik ini menambah panas suhu politik internal Golkar Bengkulu jelang Musda ke-11. Di tengah tudingan rekayasa calon tunggal dan matinya demokrasi kader, pertarungan perebutan kendali partai beringin di Kota Bengkulu kini kian terbuka.
@ipulpejak













