BENGKULU, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID- Badai konflik mengguncang tubuh Partai Golkar Kota Bengkulu jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 yang dijadwalkan berlangsung 25 April 2026. Di tengah penolakan dan polemik internal, penunjukan Sauri Oegan sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu justru menjadi pemantik memanasnya pertarungan di tubuh partai berlambang beringin.
Penolakan datang dari sejumlah pengurus lama yang menilai kepengurusan sebelumnya masih memiliki legitimasi, meski masa tugas disebut telah berakhir pada Desember 2025. Ketegangan bahkan merembet ke kantor DPD Golkar Kota Bengkulu, ketika sejumlah inventaris seperti meja, kursi hingga komputer diamankan sebagai bentuk protes terhadap penunjukan PLT ketua. Langkah itu dinilai menjadi simbol keras adanya resistensi terhadap perubahan kepemimpinan.
Namun di tengah gejolak yang membesar, Sauri Oegan menegaskan Musda tidak akan mundur. Agenda konsolidasi partai tetap berjalan, bahkan ia menyebut dinamika yang terjadi sebagai bagian dari proses pembenahan internal Golkar.
“Saya fokus menyukseskan Musda ke-11. Perbedaan pendapat itu biasa, tapi ke depan semua kader akan dirangkul. Bukan hanya yang sudah di Golkar, yang belum pun akan kita ajak bersama,” tegas Sauri Oegan.
Musda kali ini pun dinilai bukan sekadar forum memilih ketua baru, melainkan menjadi panggung pertaruhan soliditas dan arah masa depan Golkar Kota Bengkulu. Di tengah kubu yang bersitegang dan suhu politik yang terus memanas, Musda berpotensi menjadi titik rekonsiliasi—atau justru membuka babak baru konflik yang lebih tajam di internal partai.
@Ipulpekal













