PALOPO, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Sulawesi Selatan, pada Senin (15/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, guru besar hukum tata negara ini menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari masalah hukum, pemberantasan korupsi, hingga pentingnya kembali pada filosofi nasional.
Kuliah umum yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika UIN Palopo ini mengangkat tema tentang tantangan penegakan hukum dan reformasi institusi negara di era demokrasi kontemporer. Mahfud MD, yang kini aktif dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri, menekankan bahwa reformasi hukum dan institusi penegak hukum menjadi prasyarat mutlak bagi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam paparannya, Mahfud MD menguraikan bahwa sistem hukum Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural maupun kultural. Ia menyoroti bahwa penegakan hukum di Indonesia sering kali tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi peradilan masih rendah.
“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa. Kita tidak boleh kompromi dengan koruptor karena mereka telah mencuri hak rakyat,” tegas Mahfud MD.
Ia juga membahas tentang pentingnya integritas dalam sistem peradilan. Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, reformasi hukum tidak hanya berarti perubahan regulasi, tetapi juga transformasi mentalitas dan budaya hukum para penegak hukum.
Salah satu poin penting yang ditekankan Mahfud MD adalah perlunya kembali pada filosofi nasional, khususnya Pancasila, sebagai landasan dalam berbangsa dan bernegara. Ia menilai bahwa banyak persoalan bangsa saat ini muncul karena adanya penyimpangan dari nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara.
“Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi way of life yang harus diimplementasikan dalam setiap kebijakan dan tindakan. Jika kita kembali pada filosofi nasional, banyak masalah bisa diselesaikan dengan lebih bijaksana,” ujarnya.
Mahfud MD mengajak para mahasiswa dan akademisi untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD juga menyinggung tentang pentingnya reformasi institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa Polri harus menjadi lembaga yang profesional, modern, dan dipercaya oleh masyarakat.
“Reformasi Polri bukan hanya soal perubahan struktur, tetapi juga perubahan mindset dan budaya kerja. Polisi harus melayani masyarakat, bukan dilayani. Kepercayaan publik adalah modal utama bagi kepolisian untuk bekerja efektif,” jelasnya.
Ia optimis bahwa dengan komitmen kuat dari semua pihak, reformasi Polri dapat berjalan sesuai harapan dan menghasilkan institusi penegak hukum yang semakin baik.
Rektor UIN Palopo, Prof. Dr. H. Abdul Pirol, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mahfud MD di kampusnya. Menurutnya, kuliah umum ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa dan dosen tentang dinamika hukum dan politik di Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Mahfud MD yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Ini adalah momentum berharga bagi civitas akademika UIN Palopo untuk memahami tantangan bangsa dan peran yang dapat kita ambil dalam solusinya,” kata Rektor.
Acara kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya langsung kepada salah satu pakar hukum tata negara terkemuka di Indonesia ini.
Mahfud MD menutup kuliahnya dengan pesan agar generasi muda tidak kehilangan harapan dan terus berjuang untuk Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban.
“Indonesia ini negara besar dengan potensi luar biasa. Tantangan memang ada, tetapi selama kita berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa dan bekerja keras dengan integritas, saya yakin Indonesia akan semakin maju,” pungkasnya.








