PALOPO, MERAHPUTIHNEWS.CO.ID – Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Sulawesi Selatan, pada Senin (15/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, guru besar hukum tata negara ini menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari mafia hukum, korupsi di program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pentingnya perguruan tinggi sebagai pilar pembangunan etika dan moral bangsa.
Salah satu poin yang paling mencuat dalam kuliah umum tersebut adalah kritik tajam Mahfud MD terhadap dugaan kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengelola program MBG. Menurut Mahfud, praktik korupsi dalam program yang seharusnya membantu masyarakat ini sangat “keterlaluan” dan merugikan negara.
“Kasus korupsi di BGN ini keterlaluan. Pesan ribuan motor, barangnya belum ada, tapi sudah bayar dua kali lipat. Ini bukan korupsi biasa, ini korupsi yang merampok hak rakyat miskin,” tegas Mahfud MD di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika UIN Palopo.
Ia menekankan bahwa program MBG seharusnya menjadi solusi bagi masalah gizi anak-anak Indonesia, namun justru dijadikan ladang korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Mahfud MD juga menyatakan pandangannya bahwa koruptor kelas kakap, terutama yang melakukan korupsi saat negara dalam kondisi krisis atau merugikan masyarakat miskin, layak dijatuhi hukuman mati. Menurutnya, hal ini sudah diatur dalam undang-undang dan perlu diterapkan untuk memberikan efek jera.
“Korupsi saat negara krisis, korupsi dana bantuan sosial, itu kejahatan luar biasa. Hukuman mati ada di UU, dan seharusnya diterapkan untuk kasus-kasus tertentu,” ujarnya.
Selain kasus BGN, Mahfud MD juga menyoroti masalah mafia hukum yang masih merajalela di Indonesia. Ia menilai bahwa sistem hukum Indonesia masih memiliki celah yang memungkinkan praktik-praktik tidak etis terjadi.
“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Mafia hukum harus diberantas karena mereka merusak kepercayaan publik terhadap institusi peradilan,” tegasnya.
Mahfud juga menekankan pentingnya kembali pada filosofi nasional, khususnya Pancasila, sebagai landasan dalam berbangsa dan bernegara. Ia mengajak para mahasiswa untuk memahami bahwa kearifan lokal dan nilai-nilai luhur bangsa harus menjadi panduan dalam setiap kebijakan dan tindakan.
Dalam kuliah umum yang mengangkat tema tentang peran kampus dalam pembangunan masyarakat berintegritas ini, Mahfud MD menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pilar pembangunan etika dan moral bangsa.
“Kampus bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter dan integritas. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kejujuran dan keadilan ke masyarakat,” pesannya.
Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari praktik korupsi dan pelanggaran etika.
Rektor UIN Palopo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mahfud MD dan materi kuliah yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, pandangan Mahfud MD memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk menjadi generasi yang berintegritas dan peduli terhadap masalah bangsa.
Acara kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Banyak mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya langsung tentang berbagai isu hukum dan korupsi yang sedang hangat dibicarakan.
Mahfud MD menutup kuliahnya dengan pesan agar generasi muda tidak kehilangan harapan dan terus berjuang untuk Indonesia yang lebih adil, bersih, dan berkeadaban.
“Indonesia ini negara besar dengan potensi luar biasa. Tantangan memang ada, tetapi selama kita berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa dan bekerja keras dengan integritas, saya yakin Indonesia akan semakin maju,” pungkasnya.








